Permasalahan penelitian ini berangkat dari fenomena penggunaan kata “jancok” oleh masyarakat perantauan Desa Belilas yang mengalami pergeseran makna dari sekadar makian kasar menjadi ekspresi dengan berbagai interpretasi emosional. Dalam interaksi sehari-hari, kata ini digunakan bukan hanya untuk meluapkan amarah, tetapi juga mengekspresikan keakraban, kekaguman, kesedihan, dan kebahagiaan.…