Limited land is one of the factors that make housing development difficult, as well as the high rate of population growth and limited urban land making the need for livable housing more difficult for low-income people. The total backlog of home ownership in West Sumatra Province in 2021 was 68.34%, while for rents/contracts it was 11.37%. the problem of the need for livable houses for MBR and s…
The existence of slum settlements will have a major impact on the condition and development of an urban area including the deterioration of the quality of the environment, economy, socio-culture and government as well as an increase in crime and disease. The impact of the existence of these slums will also of course be very closely related to urban development in the future. One of the vil…
Formal housing in the Pangkalan Kerinci sub-district has developed every year. This is based on data from the Central Bureau of Statistics of the Pangkalan Kerinci District in 2010-2020 the rate of population growth and economic growth in the Pangkalan Kerinci urban area has increased quite high. With high population growth and increasing economic growth, it certainly affects the development o…
East Labuh Baru Village is one of the villages located in Payung Sekaki District with an area of 3.55 km2 with the highest population density of 9,428 people/km2. To anticipate the possibility of the growth rate and development of Labuh Baru Timur Village which is growing rapidly and increasingly complex, it has an impact on changes in land function so that guidelines and direction are needed i…
Penelitian ini dilakukan pada Kelurahan Tuah Karya, Kecamatan Tuah Madani. Permasalahan utama pengelolaan sampah pada bank sampah mutiara “the gade clean & gold” yaitu masih ditemukan sarana dan prasarana yang belum terpenuhi, tumpukan sampah yang memenuhi tempat penyimpanan sampah dan pengangkutan yang tidak rutin. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyusun strategi pengelolaan bank sampa…
Kota layak huni atau livable city adalah kota dimana masyarakat dapat hidup dengan nyaman dan tenang dalam suatu kota. Pekanbaru sebagai ibukota Provinsi Riau mendapat predikat sebagai kota tidak layak huni peringkat ke-6 pada tahun 2017 dengan nilai 57,8 persen oleh Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Indonesia, maka peneliti ingin mengkaji kriteria yang menjadikan kota Pekanbaru sebagai kota layak …
Salah satu permasalahan mendasar pada permukiman di bantaran sungai adalah buruknya sistem pengelolaan sampah dan sanitasi. Sungai siak yang ada di kota pekanbaru berpotensi mengalami pencemaran lingkungan bila tidak dikelola dengan baik dan benar, dilihat dari banyaknya pendirian tempat tinggal di bantaran sungai siak kelurahan kampung bandar. Tujuan dari penelitian ini adalah tersusunya strat…
Penelitian ini mengkaji pengaruh perubahan penggunaan lahan terhadap limpasan permukaan di SubDas Sail Kecamatan Bukit Raya Kota Pekanbaru. perubahan penggunaan lahan sangat erat kaitannya dengan air limpasan,Suripin (2014), sehingga diperlukannya analisis pengaruh perubahan penggunaan lahan terhadap limpasan air. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh perubahan penggunaan lahan ter…
Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat setiap tahun di Kota Pekanbaru akan berpengaruh kepada kebutuhan lahan. Keterbatasan lahan dipusat kota membuat terjadinya perkembangan perkotaan ke daerah luar pusat kota atau daerah pinggiran. Perkembangan ini berdampak semakin meluasnya perembetan kearah luar pusat Kota Pekanbaru seperti di Kecamatan Rumbai Pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk men…
Penelitian ini dilatar belakangi oleh karakteristik permukiman yang ada di Kelurahan Sago, Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru yang berfokus pada perdagangan dan jasa. Berdasarkan dokumen Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan (RP2KPKP) Kota Pekanbaru Periode 2016-2019, Kelurahan Sago teridentifikasi sebagai kawasan kumuh berat. Akibat dari meningkatnya pertumbuh…