Text
Pelaksanaan Pengawasan Mutu Pangan Segar Oleh UPT Balai Pengawasan Mutu dan Keamanan Pangan Provinsi Riau di Kota Pekanbaru
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan Pengawasan Mutu Pangan Segar oleh Dinas Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura Provinsi Riau di Kota Pekanbaru dan faktor penghambat pelaksanaan pengawasan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini kualitatif dengan pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa Pengawasan mutu pangan segar oleh Dinas Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura Provinsi Riau di Kota Pekanbaru melalui UPT Balai Pengawasan Mutu dan Keamanan Pangan Segar telah terlaksana. Sebagaimana diketahui bahwa telah dilakukan pengawasan mutu pangan segar dengan ditetapkannya alat ukur (standart), melakukan penilaian (evaluate), melakukan tindakan koreksi atau perbaikan (corective). Dengan demikian melalui pengawasan yang dilakukan, maka dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat yang mengonsumsi pangan segar buah-buahan yang diperjualbelikan dipasaran seluruh wilayah Kota Pekanbaru. Faktor yang menjadi penghambat dalam pengawasan pangan segar terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal. 1) Faktor internal berasal dari dalam UPT itu sendiri yakni jumlah SDM yang ahli berkurang, fasilitas kerja seperti laboratorium untuk mempercepat proses pengecekan mutu dan kualitas pangan segar. 2) Faktor eksternal yakni kesadaran dari pemilik buah, pedagang besar dan kecil yang menjual buah-buahan dipasaran dalam mengurus izin mutu pangan segar.
No other version available