Text
Analisis Pengaruh Salintas pada Kinerja Surfaktan Untuk Reservoir Batu Pasir
Menurunnya produksi minyak nasional sekitar 3-5% dalam satu dekade terakhir menghadirkan surfactant flooding sebagai salah satu metode Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) yang berperan dalam mengurangi nilai IFT, sehingga sisa minyak yang terperangkap di dalam reservoir oleh tekanan kapiler dapat terdesak menuju sumur produksi. Sebagian besar implementasi surfactant flooding berfokus pada reservoir batu pasir. Tetapi, retensi surfaktan terhadap reservoir batu pasir dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti konsentrasi surfaktan, salinitas, kosurfaktan sehingga hal ini menjadi fenomena yang rumit dimana ketika surfaktan teradsorpsi pada saat di injeksikan dapat menurunkan nilai ekonomis pada surfaktan tersebut. Dalam penelitian ini, peneliti ingin menganalisa pengaruh salinitas terhadap kinerja surfaktan pada reservoir batu pasir dengan menggunakan sampel larutan surfaktan anionik dengan variasi konsentrasi (0.1% - 1%) dan variasi salinitas (5000 ppm - 30.000 ppm) terhadap fluida reservoir batu pasir berupa minyak medium (API 32) dan minyak ringan (API 40). Pengujian melalui 6 tahap proses yang diantaranya uji compatibility, interfacial tension, filtration, phase Behavior, spontaneous imbibition, dan thermal stability. Hasil penelitian nanti dapat dilihat bagaimana bentuk pengaruh salinitas terhadap kinerja surfaktan pada 6 tahap pengujian. Hasil yang ditemukan, variasi konsentrasi salinitas NaCl 5000 ppm - 30.000 ppm memberikan dampak terhadap kinerja surfaktan anionik, yaitu semakin tinggi konsentrasi salinitas yang diberikan maka surfaktan tidak bekerja dengan baik. Namun, surfaktan dapat bekerja dengan baik pada konsentrasi salinitas optimum. Dimana adanya kenaikan terhadap nilai IFT yaitu sebesar 4,46E-03 dyne/cm naik hingga 5,39E-02 dyne/cm pada minyak ringan (API 40) dan 4,46E03 dyne/cm menjadi 3,24E-02 dyne/cm pada minyak medium (API 32). Pada uji imbibisi yang dilakukan selama 72 jam dengan menggunakan formula surfaktan anionik pada konsentrasi 0.5% dengan salinitas Nacl 5000 ppm menghasilkan recovery minyak sebesar 82,3% untuk core sandstone 760 mD dan 73,3% untuk core sandstone 95 mD.
No other version available