Text
Analisa Termal pada Stelizer Tipe Harizontal dengan Sistem Perebusan Triple Peak Di PabrikKelapa Sawit PTPN V Sei Galuh
Pada proses pengolahan kelapa sawit , salah satu tahapan yang paling penting adalah perebusan buah kelapa sawit atau sterililisasi. Selama proses perebusan diharapkan suhu dan tekanan uap serta waktu yang bekerja pada sterilizer harus tepat sehingga tidak merusak mutu CPO dan material sterilizer juga terjaga dan aman. Oleh sebab itu penulis bertujuan menganalisa termal pada sterilizer horizontal menggunakan pendekatan analisis secara termodinamika serta mencari efisiensi termal pada peak I, II dan III. Penelitian ini diselesaikan dengan metode analisis dan matematis dimana pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik studi literatur dan observasi lapangan. Hasil penelitian ini yang pertama yaitu panas yang diserap atau transient conduction pada lori peak I yaitu 392,476 MJ, peak II yaitu 77,186 MJ dan peak III yaitu 28,457 MJ serta pada buah kelapa sawit pada peak I yaitu 2.164,273 MJ, peak II yaitu 1.407,039 MJ dan peak III yaitu 480,314 MJ. Kedua yaitu Energi yang terbuang atau E out pada peak I yaitu 606,53 MJ, peak II yaitu 910,71 MJ, dan peak III yaitu 1.063,04 MJ. Ketiga, Temperatur akhir lori pada peak I yaitu 384,5 K, peak II yaitu 400,5 K dan peak III yaitu 406,4 K. Sedangkan buah kelapa sawit pada peak I yaitu 350,85 K, peak II yaitu 390,115 K, dan peak III yaitu 406,268 K. Terakhir nilai efisiensi sterilizer pada peak I yaitu 81,081 %, peak II yaitu 80,67 % dan pada peak III yaitu 80,53 %. Dari penelitian yang dilakukan ditarik kesimpulan bahwa panas yang diserap oleh lori dan buah kelapa sawit paling banyak dan signifikan terjadi pada peak I. E out paling tinggi terjadi pada peak III yaitu 1.063,0479 MJ dan didapat bahwa nilai efisiensi tertinggi terjadi pada peak I sebesar 81,081 %.
No other version available