Text
Penentuan Minyak Tertinggal dan Penghitungan Cadangan dengan Aplikasi Regresi Liner pada Sumur Ld 004,Ld007,Ld 010 Lapangan Ld Central Sumatera Basin
Minyak bumi membutuhkan waktu yang sangat lama hingga jutaan tahun untuk terbentuk didalam reservoir. Reservoir yang diproduksikan secara terus menerus lama kelamaan akan mengalami penurunan produksi sehingga butuh dilakukannya berbagai usaha untuk mempertahankan jumlah produksi minyak salah satunya melakukan analisa penurunan kurva (Decline Curve Analysis) dengan cara plot data laju alir produksi versus waktu guna menghitung perkiraan jumlah cadangan minyak dan sisa cadangan minyak yang tertinggal, seperti halnya yang terjadi pada Lapangan LD Blok S Central Sumatera Basin yang telah diproduksikan hingga tahun 2014 dengan potensi cadangan yang terkandung sebesar 20.628,34 MSTB. Lapangan LD masih menggunakan sistem primary recovery yang mana hal ini menyebabkan Lapangan LD memenuhi kualifikasi penggunaan metode Decline Curve Analysis secara umum. Ada berbagai macam metode yang telah dikembangkan dan dapat digunakan dalam menentukan jenis kurva decline salah satunya dengan aplikasi regresi linier yang cukup praktis. Aplikasi regresi linier dapat digunakan untuk memprediksi nilai cadangan mendekati nilainya secara aktual karena dalam proses analisanya memperhitungkan standar deviasi yang merupakan besaran penyimpangan hasil model matematika terhadap nilai yang sebenarnya. Hasil analisis decline curve menggunakan metode regresi linier menunjukkan Sumur LD004 memiliki sisa cadangan minyak (remaining reserve) 29.959 MSTB dan Estimated Ultimated Recovery 1,229.665 MSTB. Sumur LD007 dengan sisa cadangan minyak (remaining reserve) 57.674 MSTB dan Estimated Ultimated Recovery 1,444.356 MSTB. Sumur LD009 dengan sisa cadangan minyak (remaining reserve) 56.856 MSTB dan Estimated Ultimated Recovery 1,389.049 MSTB. Sumur LD010 dengan sisa cadangan minyak (remaining reserve) 99.364 MSTB dan Estimated Ultimated Recovery 2,071.324 MSTB.
No other version available