Text
Identifikasi Tingkat Kelayakan Hunian Perumahan Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (studi Kasus: Perumahan Tualang Regency, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak)
Pertumbuhan jumlah penduduk yang pesat mengakibatkan peningkatan akan hunian. Adanya peningkatan jumlah penduduk dan kebutuhan akan rumah ketersediaan lahan yang dapat digunakan untuk hunian tidak mengalami peningkatan yang mengakibatkan harga lahan dan rumah menjadi mahal. Tingginya harga rumah menjadi hambatan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dalam mewujudkan impiannya untuk membeli rumah. Sehingga diperlukan alternatif ketercapaian perwujudan lingkungan permukiman layak huni program perumahan bersubsidi berbasis masyarakat berpenghasilan rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan hunian perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di perumahan Tualang Regency Pendekatan penelitian yang dilakukan bersifat deduktif dengan jenis penelitian evaluatif dan metode deskriptif kualitatif dan diukur menggunakan skala likert untuk mengukur tingkat kelayakan huniannya. Alat ukur penelitian ini berupa kuesioner, observasi lapangan dan wawancara. Hasil penelitian didapat tingkat kelayakan hunian dengan rata-rata 83% maka kondisi perumahan terkait kondisi fisik bangunan dan prasarana di lokasi perumahan masuk dalam kategori sangat layak. Hasil dari penilaian ini di dapatkan dari jawaban responden sebagai penghuni perumahan. Jika dilihat dari SNI-03-1733-2004 tentang tata cara perencaaan lingkungan perumahan di perkotaan dimana tingkat kelayakan hunian pada Perumahan Tualang Regency ini kurang dari kelayakan dikarenakan ada beberapa faktor kelayakan yang tidak sesuai dengan standar pencapaiannya seperti pada kondisi fisik bangunan perumahan berum tersedianya ventilasi yang seharusnya ada sebagai sirkulasi udara pada rumah, kondisi drainase yang tidak terhubung dengan tempat pembuangan akhir, jalanan yang berlobang dan beberapa tempat sampah yang masih tidak layak.
No other version available