Text
Gambaran Religious Struggle pada Mualaf (Fenomenologi Pada Mualaf di Pekanbaru)
Mualaf bukanlah sesuatu yang dapat dijalani dengan mudah, karena individu yang memutuskan hal tersebut secara alamiah akan mengalami kesulitan karena meninggalkan secara menyeluruh keyakinan lama. Religious struggle atau perjuangan agama dapat menjadi bagian dari perjalanan sebagai mualaf. Sebagian besar mualaf (80%) melaporkan mengalami periode stres psikologis atau bahkan krisis sebagai pendahulu konversi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana mualaf menggambarkan pengalaman religious struggle, dampak dan upaya mualaf. Metode penelitian menggunakan kualitatif pendekatan fenomenologi dengan melibatkan 3 responden mualaf di Pekanbaru. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara semi-terstruktur dan observasi anekdotal. Adapun hasil dari penelitian ini, ketiga informan menggambarkan pengalaman religious struggle yang tidak lepas dari aspek-aspek yaitu devine struggle, demonic struggle interpersonal struggle, intrapersonal struggle (moral struggle, doubt struggle, ultimate meaning struggle). Faktor yang membuat terjadinya religious struggle pada ketiga informan ialah lingkungan berupa kurangya dukungan sosial sehingga menimbulkan banyak konflik yang terjadi pada fase awal menjadi mualaf. Perbedaan pemahaman, serta faktor kepribadian informan sendiri yang memiliki identitas baru menjadi seorang mualaf. perasaan kesejahteraan, kepuasan hidup, dan kedamaian bagi ketiga informan. Upaya yang dilakukan oleh ketiga informan untuk mempertahankan keteguhan dalam Islam sebagai mualaf adalah dengan memperkuat dukungan sosial dari orang lain, terutama melalui keterlibatan aktif dalam komunitas keagamaan yang mereka ikuti. Kesimpulan yang diperoleh bahwa religious struggle dirasakan para mualaf secara kompleks dari berbagai aspek kehidupan hiingga mencapai pada kesejahteraan psikologis.
No other version available