Text
Hubungan Intensitas Menonton Tayangan Kekerasan dengan Perilaku Agreasif Pada Remaja Pengguna Media Streaming Netflix di Pekanbaru
Remaja mudah terpengaruh oleh lingkungan dan media massa selama masa pubertas atau menjelang dewasa. Sehingga dapat muncul perilaku yang merugikan diri sendiri dan orang lain yaitu perilaku agresif. Perilaku ini dapat terbentuk melalui proses modelling dari tayangan kekerasan yang ditonton dengan intensitas menonton yang tinggi. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk melihat apakah terdapat hubungan intensitas menonton tayangan kekerasan dengan perilaku agresif oleh remaja pengguna media streaming Netflix. Subjek pada penelitian ini, yaitu remaja berusia 15-20 tahun pengguna media streaming Netflix. Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Skala perilaku agresif yang digunakan berdasarkan aspek yang dikemukakan Buss & Perry lalu diadaptasi oleh Putri Aulia Rahmadini (2020). Sedangkan skala Intensitas Menonton yang digunakan menggunakan skala yang disusun oleh Dinda Permatasari Yohanna (2019). Metode analisis data pada penelitian ini yakni menggunakan korelasi yang dibantu dengan aplikasi berupa IBM SPSS 25 for Mac. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa terdapat hubungan yang positif antara intesitas menonton dan perilaku agresif yang ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi intensitas menonton dan perilaku agresif sebesar (r) = .535** dan diketahui nilai signifikan 0,000. Artinya semakin tinggi intensitas menonton semakin tinggi perilaku agresif pada remaja pengguna media streaming Netflix di Pekanbaru.
No other version available