Text
Pengaruh Keimanan terhadap Subjective Well-Being pada Ibu-Ibu Yang Ikut Pengajian
Pengajian selain untuk memeperdalam ilmu agama, juga untuk melihat kontribusi terhadap subjective well-being. Salah satu faktor yang diasumsikan berpengaruh terhadap subjective well-being adalah keimanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh positif keimanan terhadap subjective well-being pada ibu-ibu yang ikut pelngajian. Subjek penelitian berjumlah 74 orang. Teknik sampling yang digunakan yaitu snowball sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala keimanan berjumlah 13 aitem untuk mengukur keimanan. Subjective well-being diukur menggunakan dua skala, skala satisfaction with life scale berjumlah 5 aitem dan skala positive and negative affect berjumlah 20 aitem. Data dianalisis menggunakan Partial Least Square (PLS) dengan software smartPLS 3.0. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa keimanan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap subjective well-being pada ibu-ibu yang ikut pengajian di Alah Air dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,293 dengan nilai p value 0,020< 0,05 dan nilai t hitung sebesar 2,328. Nilai tersebut lebih besar dari t tabel untuk n=74 dan k=2 adalah 1,99. Karena t hitung 2,238 > t tabel 1,99. Artinya semakin tinggi tingkat keimanan maka semakin tinggi subjective well-being pada ibu-ibu yang ikut pengajian di Alah Air. Begitu juga sebaliknya, semakin rendah tingkat keimanan maka semakin rendah subjective well-being pada ibu-ibu yang ikut pengajian di Alah Air.
No other version available