Text
Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Cash Flow, Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Financial Distress Pada Perusahaan Sektor Properti Dan Real Estate Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2020-2022
Financial distress adalah sinyal kemungkinan terjadinya kebangkrutan suatu perusahaan yang dapat dilihat dari ketidakmampuan dalam membayarkan seluruh kewajiban, tidak adanya arus kas operasi yang memadai, dan ketidakcukupan pendapatan dalam membiayai kegiatan operasinya. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan bukti empiris pengaruh kepemilikan manajerial, cash flow, dan ukuran perusahaan terhadap financial distress pada perusahaan sektor properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2022. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian asosiatif kausal. Populasi penelitian ini berjumlah 84 perusahaan sektor properti dan real estate yang terdaftar di BEI pada tahun 2020-2022. Sampel penelitian dipilih menggunakan metode purposive sampling. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah sebanyak 65 sampel. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, dengan teknik dokumentasi dengan menelaah laporan keuangan perusahaan yang bersumber dari situs www.idx.co.id. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan alat bantu aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial, cash flow, dan ukuran perusahaan berpengaruh secara simultan terhadap financial distress. Secara parsial, cash flow dan ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress, sedangkan kepemilikan manajerial tidak berpengaruh secara negatif dan signifikan terhadap financial distress.
No other version available