Art Original
Kesantunan Tuturan Ekspresif Dalam Kolom Komentar Youtube Presiden Joko Widodo Episode “paket Obat Untuk Isoman”
Kesantunan Tuturan Ekspresif dalam Kolom Komentar YouTube Presiden Joko Widodo Episode “Paket Obat Untuk Isoman” Penelitian ini dilatarbelankangi oleh semakin banyaknya dan bebasnya warganet dalam menyampaikan tuturan ekspresif di media sosial dan memberikan respon yang berbeda-beda ada yang setuju, mengkritik, mengeluh dan lain sebagainya. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah kesantunan fungsi tuturan ekspresif dalam komentar YouTube Presiden Joko Widodo episode “Paket Obat untuk Isoman”. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesantunan fungsi tuturan ekspresif dalam komentar YouTube Presiden Joko Widodo episode “Paket Obat untuk Isoman”. teori dalam penelitian ini menggunakan 2 teori, yaitu teori tuturan ekspresif dari J.R Searle dan teori prinsip kesantunan berbahasa Leech. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menerapkan metode analisis isi. Data yang digunakan dalam penelitian ini komentar netizen pada YuoTube Presiden Joko Widodo episode “Paket Obat untuk Isoman” yang memiliki tuturan ekspresif dan dianalisis prinsip kesantunannya. Sumber data penelitian ini aktivitas berbahasa yang terjadi dalam kolom komentar YouTube Presiden Joko Widodo. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, teksik simak, dan teknik catat. Berdasarkan enam fungsi tuturan ekspresif, yakni ucapan selamat, terima kasih, mengkritik, menyalahkan, memuji, dan menyatakan belasungkawa, fungsi tuturan ekspresif yang dominan adalah tuturan ekspresif memuji, hal tersebut dikarenakan banyaknya warganet yang menyampaikan pujian kepada Allah dan kepada Bapak Jokowi. Fungsi tuturan ekspresif yang tidak ada adalah fungsi memafkan, karena tidak ada sesuatu yang berhubungan soal balas-membalas atau meminta maaf. Hal tersebut dikarenakan sumber data tidak memenuhi munculnya tuturan ekspresif memafkan. Berdasarkan prinsip kesantunan Sebagian besar tuturan ekspresif dinyatakan santun.
No other version available