Art Original
Pembuatan Biopolimer Kulit Kakao Untuk Polymer Flooding Pada Kategori Salinitas Dan Temperatur Tinggi
Polymer flooding merupakan salah satu metode chemical EOR yang banyak diaplikasikan di industri migas karena penggunaannya lebih mudah diaplikasikan dan juga lebih murah. Saat ini polimer yang diaplikasikan di dalam metode chemical EOR terbagi menjadi dua kelas yaitu synthetic polymer dan biopolimer. Salah satu jenis biopolimer seperti pati, dekstran, xanthan, citosan dan selulosa. Pada penelitian ini peneliti ingin memanfaatkan kandungan selulosa yang terdapat pada kulit kakao untuk dijadikan sebagai bahan pembuatan biopolimer yang nantinya akan diterapkan ke dalam pengaplikasian metode chemical EOR. Tahapan pada penelitian ini berupa proses preparasi sampel, isolasi selulosa dan uji karakteristik berupa uji kompatibiliti, viskositas vs konsentrasi, viskositas vs shear rate, dan FTIR. Penelitian ini menggunakan variasi konsentrasi salinitas 50.000 ppm, 55.000 dan 60.000 ppm dan pada temperatur 70°C, 80°C, dan 90°C. Hasil pengujian biopolimer kulit kakao tidak lulus uji compatibility, hasil viskositas yang di dapat biopolimer kulit kakao memiliki nilai viskositas tertinggi 1,31 cP pada konsentrasi 0,5%, salinitas 50.000 ppm, dan pada temperatur 70 C, sedangkan xanthan gum viskositas tertinggi 1,74 cP pada konsentrasi 0,5%, salinitas 50.000 ppm dan temperatur 70 C. Hasil viskositas vs shear rate kulit kakao nilai viskoasitas tertinggi yaitu konsentrasi 0,5% 5,96 cP. Selulosa kulit kakao terdeteksi dengan munculnya gusus OH, C-H, C-O, dan C=O pada pengujian FTIR.
No other version available