Art Original
Studi Analisis Kemampuan Self Healing Concrete Dengan Menggunakan Media Bakteri Bacillus Sp
Beton merupakan bahan bangunan utama yang sering digunakan dalam pembangunan gedung seperti pabrik, fasilitas penyimpanan jangka panjang, jembatan, dan struktur sejenis lainnya. Selain masalah kualitas beton, ada beberapa faktor lain yang dapat muncul selama proses pembuatan beton, seperti kemungkinan keretakan yang terjadi setelah beton mengeras. Keretakan beton sangat sulit dihilangkan karena dapat berdampak negatif pada porositas dan permeabilitas material. Beton self healing dikembangkan sebagai metode inovasi untuk mengobati kerusakan retak secara mandiri. Salah satu media bakteri pada metode self healing concrete adalah bakteri Bacillus Sp. Bakteri Bacillus SP akan direaksikan dengan urea dan CaCl 2 yang akan menghasilkan CaCl 3 yang akan menutup retakan pada beton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan bakteri Bacillus SP terhadap kuat tekan dan kuat tarik belah, untuk mengetahui pengaruh bakteri Bacillus SP terhadap kuat tekan beton setelah diretakkan, untuk mengetahui bentuk fisik beton dengan menggunakan bakteri Bacillus SP yang dilihat dari hasil penguujian SEM (Scanning Electronic Microscope). Penelitian ini menggunakan metode perhitungan campuran beton (mix design) berdasarkan SNI 7656:2012. Penelitian menggunakan sampel silinder berjumlah 15 sampel. Metode ini dilakukan dengan cara menambahkan bakteri Bacillus SP. Persentase bakteri 10% dari berat semen. Berdasarkan penelitian nilai kuat tekan dengan campuran bakteri bacillus sp 10% dari berat semen mengalami penurunan dari beton normal. Nilai kuat tekan beton normal sebesar 18,78 Mpa menjadi 12,55 Mpa setelah ditambahkan bakteri bacillus sp dengan persentase penurunan dari beton normal sebesar -33,17%. Nilai kuat tarik belah beton dengan tambahan bakteri bacillus sp mengalami kenaikan dari kuat tarik belah beton normal 0,22 Kg/cm² menjadi 0,26 Kg/cm² setelah penambahan bakteri bacillus sp dengan persentase kenaikan 18,18 %. Hasil nilai kuat tekan beton dengan campuran bakteri bacillus sp dengan persentase 10% dari berat semen setelah diretakkan mengalami kenaikan nilai kuat tekan dari beton normal yaitu untuk beton normal sebesar 18,78 Mpa sedangkan untuk beton dengan campuran bakteri bacillus sp sebesar 12,55 Mpa dengan persentase penurunan -33,17% dari beton normal. Nilai kuat tekan beton dengan campuran bakteri bacillus sp setelah diretakkan didapat nilai yang lebih tinggi dari beton yang tidak diretakkan yaitu sebesar 24,35 Mpa beton yang sudah diretakkan. Beton yang tidak diretakkan sebesar 29,66%. Hasil pengujian Scanning Electronic Microscope (SEM) beton yang ditambahkan bakteri bacillus sp terlihat sel bakteri berbentuk jarum. Bakteri bacillus sp dapat hidup dan berkembang biak didalam beton membentuk tumpukan zat kapur yang merekat pada beton. Sedangkan pada beton normal tidak terlihat adanya sel bakteri atau tumpukan zat kapur. Kata Kunci: Beton, Self Healing Concrete, Bakteri Bacillus SP, Scanning Electron Microscope
No other version available