Art Original
Analisis Sisa Material Besi Tulangan Pada Proyek Konstruksi Bangunan Masjid Al-husna Di Pekanbaru
Bangunan masjid memiliki peran yang sangat penting dalam masyarakat, tidak hanya sebagai tempat untuk beribadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial, pendidikan, dan budaya. Sebagai simbol keagamaan dan pusat aktivitas masyarakat, pembangunan masjid membutuhkan perencanaan dan pengelolaan yang efisien, terutama dalam penggunaan sumber daya material. Salah satu aspek penting dalam manajemen proyek konstruksi adalah analisis sisa material atau construction waste. Sisa material konstruksi adalah material yang berlebih dari yang direncanakan atau material yang tidak dapat digunakan kembali sesuai dengan fungsinya, baik karena kesalahan dalam proses konstruksi maupun karena ke tidak efisienan dalam perencanaan dan pelaksanaan Penelitian ini berfokus menganalisis besarnya volume total sisa besi tulangan kolom yang terdapat pada Masjid Al-Husna. Penelitian ini dilakukan pada proyek pembangunan Masjid Al-Husna di Pekanbaru. Proyek pembangunan Masjid Al-Husna di Pekanbaru dijumpai total sisa material proyek dan persen sisa waste. Salah satu jumlah besar sisa material bisa mengindikasikan adanya pemborosan dalam penggunaan bahan atau kesalahan dalam perencanaan kebutuhan. Hasil dari penelitian ini didapat untuk volume total besi tulangan kolom yang terdapat pada pembangunan Masjid Al-Husna Volume total sisa besi tulangan pokok yang dihasilkan selama proses konstruksi kolom pada proyek pembangunan masjid Al- Husna sebesar 73,766 btg dan tulangan Sengkak sebesar 80,684 btg Angka ini mencerminkan jumlah besi yang tidak terpakai atau terbuang selama tahap konstruksi kolom. Hasil ini menunjukkan tingkat efisiensi penggunaan besi tulangan dalam proyek ini mengindikasikan adanya peluang untuk meningkatkan efisiensi dalam perencanaan dan pemotongan besi tulangan guna mengurangi limbah, Dan besarnya persen sisa (waste) dari pemakaian tulangan pokok pada kolom didapat sebesar 68,722 % dan sisa (waste) dari pemakaian tulangan sengkang didapat sebesar 91,734 %. Ini berarti bahwa dari seluruh besi tulangan yang digunakan hanya sedikit yang menjadi limbah . Dengan persentase waste yang relatif rendah proyek ini menunjukkan efisiensi yang baik dalam penggunaan besi tulangan.
No other version available