Art Original
Analisa Beban Kendaraan Terhadap Derajat Kerusakan Dan Umur Sisa Perkerasan ( Studi Kasus : Jalan Rigid Di Keluraha Labuh Baru Barat)
Banyak lalu lintasdan beban kendaraan yang melewati jalan setiap harinya memenyebabkan kerusakan pada ruas jalan. Dengan jumlah kendaraan yang semakin bertambah dimungkinkan jalan akan mengalami ketusakan dalam waktu yang relatif pendek Pada dasarnya jalan akan mengalami penurunan kualitas strukturalnta seusai bertambahnya umur jalan, apalagi jika dilalui oleh kendaraan dengan muatan berat dan venderung melebihi ketentuan. Tujuan penelitian ini untuk mengindentifikasi nilai derajat kerusakan jalan dari beban overload. Metode yang digunakan adalah metode bina marga tahun 2002 dimana metode pembagian beban sumbu tiap golongan kendaraan dan menentukan nilai vehicle damage faktor ( vdf) pada jalan perkerasan kaku. Nilai vdf digunakan untuk menghitung nilai esal, nilai esal digunakan untuk menghitung nilai sisa umur perkerasannya. Derajat kerusakan jalan akibat beban berlebih untuk golongan 6 dengan benan 19.36 ton, nilai DKJ bagian depan dan belakang nya aman. Golongan 7a dengan benan 30,88 ton, nilai DKJ roda bagian depan tidak aman. Golongam 7b dengan benan 34.81 ton nilai dkj dengan roda bagian depan dan belakanh termasuk aman. Beban berlebih dapat mengurangi umur perkerasan rencana dimana perkerasan jalan direncanakan selama 20 tahun. Namun akibat beban berlebih pada tahun ke 19 umur perkerasan hanya sebesar 5,58% , hal ini menandakam bahwa, nilai umur rencana telah habis. Umur sisa pada tahun 2022 pada rencana bernilai 95% tetapi akibat bebabn overload umur sisa pada tahun 2022 mengalami penurunan sebesar 0.21 % menjadi 94.79 %
No other version available