Art Original
Revit (Studi Kasus Pembangunan Gedung Information And Technology Center Universitas Riau, Kota Pekanbaru)
Kemajuan dalam ilmu dan teknologi memiliki dampak yang signifikan pada industry konstruksi. Para pelaku konstruksi harus mampu menyelesaikan proyek dengan kualitas yang optimal, biaya yang terkontrol, dan dalam waktu yang efisien. Untuk mencapai hal ini, penting bagi mereka untuk melakukan perhitungan quantity takeoff (volume material) dan estimasi biaya secara teliti. Dari permasalahan tersebut, konsep BIM hadir sebagai solusi penyelesaian. Proses ini melibatkan pemodelan bangunan yang dinamis beserta pengelolaan informasi yang terkait dengan tujuan meningkatkan produktivitas seluruh tahapan proyek konstruksi. Software berbasis BIM yang digunakan adalah Autodesk Revit 2022 yang mampu melakukan proses perhitungan quantity takeoff sedangkan pada perhitungan estimasi biaya menggunakan metode AHSP PUPR 2023. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan data sekunder berupa build of quantity (BOQ), bar bending schedule (BBS), dan gambar detail engineer drawing (DED) yang didapat dari pihak konsultan perencana. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat permodelan 3D struktur bangunan yang diamati dan mengetahui selisih perhitungan QTO software Autodesk Revit 2022 dengan perhitungan QTO konvensional. , serta melakukan estimasi biaya dengan metode AHSP. Hasil penelitian menunjukkan Autodesk Revit memiliki kemampuan dalam memodelkan bangunan dan menghitung quantity takeoff (QTO) berdasarkan hasil pemodelan yang telah dibuat. Perhitungan quantity takeoff (QTO) material beton menggunakan Autodesk Revit menghasilkan selisih volume beton sebesar 0,67% lebih banyak metode konvensional dibandingkan BIM dan pada material besi sebesar 3,58% lebih banyak metode konvensioanal dibandingkan metode BIM. Hasil estimasi biaya volume beton sebesar Rp.1.271.446.989,50 dan hasil estimasi biaya volume pembesian sebesar Rp. 6.884.460.415,80.
No other version available