Art Original
Makna Simbolik Pada Gerakan “silek Pingian “ Di Jorong Taratak Nagari Siguntur Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya
Makna Simbolik Pada Gerakan “Silek Pingian” Di Jorong Taratak Nagari Siguntur Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya Esti Juheni 209110153 Penelitian ini bertujuan mengetahui makna simbolik yang terkandung dalam gerakan Silek Pingian di joromg Taratak nagari Siguntur kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya. kesenian bela diri meruapakan salah satu aset budaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan Teknik wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi berdasarkan teori semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap gerakan dalam silek pingian memiliki makna simbolik yang mendalam. Gerakan pembuka duduk bersimpuh dan bersalaman melambangkan agar behubungan baik dengan Allah dan manusia, gerakan permainan langkah mundur dan maju melambangkan berpikir sebelum mengambil keputusan dan harus bertanggung jawab terhadap suatu keputusan yang sudah di pilih, gerakan langkah empat pada langkah satu dan dua melambangkan seorang pasilek memiliki kepekaan, pada langkah tiga melambangkan menerima serangan tanpa melawan, gerakan menyerang melambangkan harus siap menghadapi masalah dan bertanggung jawab dalam keluarga maupun nagari. Jeruk nipis merupakan simbol untuk mensucikan diri, lambak merupakan kain sebagai simbol seorang murid meminta ilmu kepada gurunya. Pisau besi sebagai simbol agar ilmu yang didapat tajam seperti pisau, ayam Jantan sebagai simbol untuk berdoa dan mengucap rasa Syukur. Tradisi ziarah setiap tahun yaitu ziarah ilmu dan ziarah Amanah untuk menjaga silaturahmi dan sebagai simbol silek pingian masi dibudayakan. Penelitian ini menyoroti pentingnya memahami makna simbolik dari gerakan silek pingian untuk melestarikan dan menghargai warisan budaya tradisional, terutama di kalangan generasi muda. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi dalam upaya pelestarian budaya perguruan silek pingian dan meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, akan pentingnya menjaga keberlanjutan warisan budaya.
No other version available