Art Original
Struktur Pendapatan, Pengeluaran Dan Kesejahteraan Rumahtangga Petani Karet Di Kecamatan Kuantan Hilir Kabupaten Kuantan Singingi
Struktur Pendapatan, Pengeluaran Dan Kesejahteraan Rumahtangga Petani Karet di Kecamatan Kuantan Hilir Kabupaten Kuantan Singingi ”. Di bawah Bimbingan Bapak Heriyanto, SP., M.Si. Peningkatan pendapatan mempengaruhi kemampuan masyarakat dalam upaya meningkatkan gizi karena tingkat pendapatan tersebut sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan petani. Penelitian ini bertujuan menganalisis : (1) karakteristik dan profil petani karet (2) Struktur pendapatan petani karet di Kecamatan Kuantan Hilir (3) Pengeluaran rumahtangga petani karet (4) Tingkat Kesejateraan keluarga petani karet. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara simpel random sampling. Berdasarkan survei pendahuluan jumlah populasi petani karet di ketahui sebanyak 615 orang yang terdiri dari 16 desa, peneliti mengambil 5 desa untuk dijadikan sampel. Sampel di ambil 10% dari setiap desa karena menurut peneliti pengambilan sampel sebanyak 10% telah mewakili populasi. Sehingga jumlah sampel yang di ambil dalam penelitian ini adalah 33 pemilik usahatani karet. Alat analisis pada penelitian ini adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian ini yaitu: (1) Karakteristik petani seperti umur petani karet dengan rata-rata 41 tahun, Lama pendidikan petani karet dengan rata-rata 7 tahun atau dengan setara SMP, Jumlah anggota keluarga petani karet terbesar adalah 2 orang. Sedangkan pengalaman berusahatani karet terbesar yaitu selama 7-10 tahun dengan jumlah 16 jiwa. Sedangkan profil usaha di peroleh rata-rata lahan adalah 2 ha, status lahan yaitu milik sendiri, rata-rata modal usaha yaitu 14.000.000, produksi yaitu 5.000 kg dan produktivitas yaitu 500 kg/garapan. (2) Struktur pendapatan rumahtangga petani karet yang paling tinggi yaitu bersumber dari pendapatan usahatani karet dan usahatani non karet. Sedangkan pada non usahatani lebih rendah. Hal ini membuktikan bahwa petani lebih mengutamakan pekerjaan dalam usahatani karet dibandingkan dengan pekerjaan di luar usahatani. (3) Pengeluaran rumahtangga petani karet di Kecamatan Kuantan Hilir kabupaten Kuantan Singingi terbesar dengan persentase 52,33% bersumber dari pengeluaran pangan yang terdiri dari pengeluaran : padi-padian, umbi-umbian, lauk-pauk, sayur dan buah, konsumsi lainnya dan tembakau/rokok. (4) Tingkat kesejahteraan rumahtangga petani karet bahwa pendapatan perkapita/bulan rumahtangga petani karet di Kecamatan Kuantan Hilir Kabupaten Kuantan Singingi lebih besar dibandingkan dengan Pendapatan Perkapita Hasil BPS Kecamatan Kuantan Hilir Tahun 2020. Hal ini menunjukan rumahtangga petani karet di Kecamatan Kuantan Hilir Kabupaten Kuantan Singingi pendapatannya sudah besar sehingga dapat mencukupi kebutuhannya baik konsumsi pangan dan non pangan, sehingga rumahtangga petani karet dapat di katakan sudah sejahtera.
No other version available