Art Original
Pengaruh Penggunaan Ekstrak Alga Laut (caulerpa Racemosa) Dengan Dosis Yang Berbeda Pada Pembiusan Benih Ikan Nila (oreochromis Niloticus) Dalam Transportasi Tertutup
mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau, yang telah melaksanakan penelitian dengan judul “PENGARUH PENGGUNAAN EXSTRAK ALGA LAUT (Caulerpa racemosa) DENGAN DOSIS YANG BERBEDA PADA PEMBIUSAN BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DALAM TRANSPORTASI TERTUTUP” dibawah bimbingan Bapak Jarod SetiajI, s.Pi., M.Sc. Penelitian ini dilakukan selama 1 hari di Balai Benih Ikan (BBI) Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa banyak dosis ekstrak alga laut (Caulerpa racemosa) yang digunakan agar aman sebagai bahan anastesi bagi benih ikan nila (Oreochromis niloticus). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan yaitu: P1 = pemberian ekstrak alga laut dengan dosis (1ml/liter), P2 = Pemberian ekstrak alga laut dengan dosis 2ml/liter, P3 = Pemberian ekstrak alga laut dengan dosis 3ml/liter, P4 = Pemberian ekstrak alga laut dengan dosis 4ml/liter dan P4 = Pemberian ekstrak alga laut dengan dosis 2ml/liter. Benih ikan Nila adalah pembenihan yang didapatkan dari pembenihan ditempat Bapak Markam, Jalan Kesehatan, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru dengan ukuran 5-7 cm. Jumlah benih ikan nila yang digunakan sebanyak 150 ekor. Pada tiap-tiap percobaan menggunakan 10 ekor benih ikan nila. Wadah yang digunakan pada penelitian ini adalah kantong plastik PE (polyethylane) dengan ukuran 35 x 45 cm yang diisi air sebanyak 3 liter/kantong, kemudian plastik PE diletakkan kedalam sterofoam ukuran 35 x 25 x 35 cm sebagai wadah pengangkut. Pemberian ekstrak alga laut (Caulerpa racemosa) dengan dosis berbeda memberikan pengaruh tidak berbeda nyata terhadap kelulushidupan benih ikan nila (O. niloticus). Kelulushidupan tertinggi benih ikan nila pada percobaan pembiusan menggunakan ekstrak alga laut adalah perlakuan P4 pada dosis 4 ml/liter dengan rata-rata kelulushidupan sebesar 96,67%, sedangkan kelulushidupan terendah terdapat pada perlakuan P1 pada dosis 1 ml/liter dengan tingkat kelulushidupan 23,33%. Perlakuan P4 dengan dosis 4 ml/liter merupakan dosis terbaik dan aman dalam pembiusan benih ikan nila (O. niloticus). Parameter kualitas air pada penelitian yaitu suhu berkisar antara 28-33 oC, nilai pH berkisar antara 5-7, oksigen terlarut berkisaran 4,5-6,0 ppm dan amonia berkisaran 0,58-9,78 ppm. Kata kunci: ikan nila, transportasi, pembiusan, alga laut
No other version available