Art Original
Pengaruh Kepemilikan Publik, Likuiditas, Profitabilitas, Ukuran Perusahaan Dan Ukuran Dewan Komisaris Terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility Pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanan Dan Minuman Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (bei) Periode 2020-2022
Pengungkapan CSR menjadi topik yang dibicarakan oleh masyarakat. Bukan hanya masyarakat saja namun investor dan pemerintah tentunya. Hal ini karena perusahaan yang mampu melakukan pengungkapan CSR yang baik artinya perusahaan tersebut telah melakukan pertanggungjawaban untuk masyarakat dan lingkungan perusahaan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh variabel kepemilikan publik, likuiditas, profitabilitas, ukuran perusahaan dan ukuran dewan komisaris terhadap pengungkapan corporate social responsibility pada perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2022. Populasi pada penelitian ini sebanyak 45 perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2022. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 14 perusahaan yang memenuhi kriteria penelitian selama rentang waktu 2020-2022. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi linear berganda. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa secara signifikan variabel ukuran perusahaan berpengaruh terhadap pengungkapan corporate social responsibility. Variabel kepemilikan publik, likuiditas, profitabilitas dan ukuran dewan komisaris tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pengungkapan Corporate Social Responsibility. Secara simultan variabel kepemiliksn publik, likuiditas, profitabilitas, ukuran perusahaan dan ukuran dewan komisaris berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan corporate social responsibility. Kata Kunci: pengungkapan CSR; kepemilikan publik; likuiditas; profitabilitas; ukuran perusahaan; ukuran dewan komisaris.
No other version available