Art Original
Gaya Bahasa Dalam Novel Bidadari Berbisik Oleh Asma Nadia
Gaya Bahasa Dalam Novel Bidadari Berbisik Oleh Asma Nadia Gaya bahasa dalam penulisan karya sastra mempunyai fungsi yang sangat penting karena merupakan salah satu faktor yang menentukan baik atau buruknya suatu karya sastra. Oleh karena itu, seorang pengarang harus dapat menggunakan bahasa yang bervariasi serta kaya akan kosa kata. Penelitian ini membahas gaya bahasa dalam novel Bidadari Berbisik karya Asma Nadia. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan, menganalisis, dan menginterprestasikan secara terperinci sehingga dapat memperoleh gambaran yang sesungguhnya tentang gaya bahasa perbandingan serta makna pada novel Bidadari Berbisik. Teori yang digunakan adalah dikemukakan oleh Ratna 2016. Metode penelitian ini ialah metode deskriptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian ini ialah novel Bidadari Berbisik karya Asma Nadia tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research). Teknik pengumpulan data penelitian ini ialah teknik dokumentasi dan hermeneutic. Data yang diteliti didokumentasikan dengan cara baca, catat, dan simpulkan serta diberi pemaknaan berdasarkan pada kategori sesuai dengan teori yang digunakan. Data penelitian ini adalah gaya bahasa perbandingan yang terdapat di dalam novel Bidadari Berbisik oleh Asma Nadia. Gaya bahasa yang terdapat pada novel Bidadari Berbisik karya Asma Nadia ini, di antaranya gaya bahasa perbandingan: metafora, hiperbola, smile, personafikasi, anatonomasia, epitet, tropen, perifrasis, eufemisme, sinestesia, disfemisme, alusio dan metonimia. Hasil penelitian ini ditemukan 114 gaya bahasa. 13 jenis data gaya bahasa dengan pembagian yaitu, 7 gaya bahasa metafora, 17 gaya bahasa hiperbola, 23 gaya bahasa simile, 21 gaya personifikasi, 12 gaya bahasa anatonomasia, 4 gaya bahasa epitet, 6 gaya bahasa tropen, 4 gaya bahasa perifrasis, 2 gaya bahasa eufemisme, 6 gaya bahasa sinestesia, 8 gaya bahasa disfemisme, 2 gaya bahasa alusio, 2 gaya bahasa metonimia. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa gaya bahasa yang sering muncul adalah gaya bahasa simile dan gaya bahasa personifikasi .Gaya bahasa yang terdapat pada novel Bidadari Berbisik karya Asma Nadia ini tercemin dari pemilihan kata sebagai unsur keindahan, agar pembaca dapat mengilustrasikan apa yang tokoh-tokoh alami di dalam novel tersebut. Makna yang terdapat pada novel Bidadari Berbisik karya Asma Nadia ini, terdapat beberapa makna diantaranya: makna denotatif dan konotatif. Kata Kunci: Gaya Bahasa, Novel
No other version available