Text
Eksistensi Tari Inai Pada Masyarakat Kecamatan Kubu Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau
Tujuan penelitian yang penulis lakukan dalam penelitian adalah Untuk mengetahui Eksistensi Tari Inai di Desa Kecamatan Kubu Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau. Teori yang digunakan Menurut jazuli ( 2016: 52) dalam Buku Jazuli ialah Eksistensi tari dalam suatu tari dalam suatu masyarakat beserta kebudayaan yang melingkupinya tidak muncul, dan tidak hadir secara tiba-tiba melainkan melalui proses ruang dan waktu. Ruang biasanya terkait dengan peristiwa, performa dan sistem nilai, sedangkan waktu terkait dengan proses produksinya ( penciptaan). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis, dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumplan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Eksistensi Tari Inai di Desa Kecamatan Kubu Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau terkait Peristiwa, tari inai ini sampai hari ini masih terus ditampilkan pada acara nikah atau lebih tepatnya pada malam berinai, terkait performa tari, nilai pendidikan yang terkandung pada tarian ini yaitu dimana masyarakat jadi belajar dan lebih tahu lagi akan kesenian tradisi yang bertujuan baik untuk suatu kegiatan sakral yaitu pernikahan. Nilai agama tujuan dari tarian inai ini sendiri yaitu untuk mendoakan sang pengantin agar mendapatkan pernikahan yang sakinah mawaddah dan warohmah. Nilai sosial yang terdapat pada tari inai ini yaitu, dimana masyarakat selalu mengapresiasi tarian ini hingga hari ini, karena tarian ini sudah menjadi nilai budaya serata identitas daerah bagi masyarakat luar. nillai tradisi yanag terdapat pada tari inai ini bahwa tarian ini selalu ditampilkan pada acara pernikahan tepatnya pada malam berinai, tari inai ini sudah menjadi suatu identitas daerah yang harus selalu ada dan ditampilkan. Terkait proses penciptaan Tari Inai Dikecamatan Kubu Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau, sebagaimana yang diketahui tarian Inai ini sudah ada sejak tahun 1960-an dari masa kesultanan siak. Saat ini dikenal dengan nama Sultan Syarif Kasim tahun 1965.
No other version available