Art Original
Proses Pembelajaran Pada Anak Berkebutuhan Khusus Tuna Rungu Di Sdip Ylpi Pekanbaru
Pendidikan merupakan hak setiap individu tanpa terkecuali. Anak berkebutuhan khusus juga berhak mendapatkan pendidikan. Dengan adanya program pendidikan inklusi memberikan kesempatan untuk anak berkebutuhan khusus belajar di lingkungan yang sama dengan anak reguler lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran anak tuna rungu dan hambatan yang dialami dalam pembelajaran di SDIP YLPI Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan yang digunakan adalah studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan telaah dokumen. Pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah menurut Miles dan Huberman yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran anak tuna rungu terdiri dari tahap perencanaan pembelajaran, tahap pelaksanaan pembelajaran dan tahap penilaian pembelajaran. Diketahui juga terdapat beberapa hambatan yang terjadi dalam proses pembelajaran. Kesimpulan dari hasil penelitian perencanaan pembelajaran dibuat oleh wali kelas dan pendamping, dalam pelaksanaan pembelajaran pendamping memiliki peran yang penting untuk membimbing anak tuna rungu, dan yang memberikan penilaian hanya wali kelas. Hambatan yang ditemui berupa terbatasnya waktu jika harus membuat perencanaan khusus untuk anak tuna rungu, keterbatasan kemampuan berbahasa sehingga sulit interaksi secara intens saat proses pembelajaran dan sulit dalam memberikan pertimbangan nilai untuk anak tuna rungu. Saran untuk peneliti selanjutnya adalah agar menemukan upaya untuk mengatasi hambatan yang ditemui pada penelitian. Kata Kunci : Pendidikan Inklusi, Proses Pembelajaran, Siswa Tuna Rungu
No other version available