Art Original
Pengaruh Intensitas Penggunaan Media Sosial Terhadap Kenakalan Remaja Pada Siswa Sman 1 Di Kampar Kiri
Kenakalan remaja adalah suatu kejahatan terhadap anak muda yang termasuk dalam perbuatan negatif dalam lingkungan sosial. Salah satu faktor penyebab kenakalan pada remaja terjadi dipengaruhi oleh media sosial. Media sosial yang menawarkan kemudahan dalam penggunaannya dan dapat diakses tanpa ada batasan dimana hal-hal yang tidak mungkin terjadi dan tidak dapat diperoleh dengan mudah didapatkan dan terjadi. Seperti pengeroyokan, seks bebas, penipuan, penculikan, dan kenakalan remaja lainnya akibat media sosial. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh intensitas penggunaan media sosial terhadap kenakalan remaja siswa SMA N 1 di Kampar Kiri. Subjek penelitian berjumlah 112 orang. Teknik sampling yang digunakan yaitu stratified random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala intensitas penggunaan media sosial di adaptasi dari Bagas (2021) berdasarkan aspek Ajzen (dalam Frisnawati, 2012) dan skala kenakalan remaja diadaptasi dari Susanti (2020). Data dianalisis menggunakan Partial Least Square (PLS) dengan software smartPLS 3.0 M3. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengaruh intensitas penggunaan media sosial terhadap kenakalan remaja sebesar 0,789 dengan nilai p value 0,000 < 0,05 dan nilai t hitung sebesar 16,182. Nilai tersebut lebih besar dari t tabel untuk n=112 dan k=2 adalah 1,96. Karena t hitung 16,182> t table 1,96. Maka disimpulkan bahwa intensitas penggunaan media sosial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kenakalan remaja, sehingga hipotesis diterima. Artinya semakin tinggi tingkat intensitas penggunaan media sosial maka semakin tinggi kenakalan remaja pada siswa. Begitu juga sebaliknya, semakin rendah tingkat intensitas penggunaan media sosial maka semakin rendah kenakalan remaja pada siswa. Kata Kunci: Kenakalan Remaja, Media Sosial, Siswa.
No other version available