Art Original
Eufemisme Dalam Novel Layangan Putus Karya Mommy Asf
Eufemisme dalam Novel Layangan Putus Karya Mommy Asf Bahasa tabu dan eufemisme merupakan fenomena kebahasaan yang cukup unik dan menarik untuk di kaji dan di teliti. Eufemisme adalah penggunaan ungkapan memperhalus kata untuk menggantikan bahasa tabu. Eufemisme ini tumbuh sebagai bentuk kebutuhan kata-kata ungkapan-ungkapan yang dipandang tabu dimasyarakat. Eufemisme ini juga juga sering kita jumpai di karya tulis salah satunya novel. Berdasarkan hal tersebut, masalah yang dideskripsikan dalam penelitian ini adalah mengkaji tentang pembentukan eufemisme dan manfaat eufemisme yang terdapat di dalam Novel Layangan Putus Karya Mommy Asf dengan menggunakan teori yang dikemukakanoleh Sutratman (2017). Fokus masalah pada penelitian mengkaji tentang ilmu semantik, salah satunya berupa pembentukan dan manfaat eufemisme. Teknik yang digunakan adalah teknik Hermeneutik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berupa kata atau frasa yang mengandung eufemisme. Selanjutnya, sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu seluruh isi Novel Layangan Putus Karya Mommy Asf.: Malang, 2020, cetakan ketujuh terdiri dari 16 bagian dan 144 halaman. Hasil dari penelitian menunjukkan adanya lima pembentukan eufemisme yakni eufemisme penggunaan singkatan sebanyak 5 data, eufemisme penggunaan kata serapan sebanyak 19 data, eufemisme penggunaan istilah asing sebanyak 25 data, eufemisme penggunaan metafora sebanyak 7 data, dan eufemisme penggunaan perifrasis sebanyak 4 data. Bentuk yang paling sering ditemukan peneliti adalah eufemisme penggunaan istilah asing karena, di dalam novel masih banyak terdapat kalimat yang mengandung istilah yang pada umumnya pembaca belum mengerti tentang arti istilah asing tersebut. Kata kunci: eufemisme, novel, layangan putus
No other version available