Art Original
Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa Di Smpn 46 Pekanbaru
PERANAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR SISWA DI SMPN 46 PEKANBARU Oleh: RAHAYU YARLIS PRATIWI Pendidikan agama ini begitu penting dalam memperkuat iman dan ketaqwaan peserta didik, sehingga antara pendidikan umum yang diperoleh dengan pendidikan agama menjadi lebih sempurna. Dalam kegiatan belajar yang dilakukan siswa tidaklah selalu lancar dan sesuai seperti yang diharapkan ada mengalami kesulitan belajar. Tapi tidak semua siswa yang mengalami kesulitan belajar Pendidikan Agama Islam. Berbagai kesulitan belajar Pendidikan Agama Islam yang dialami siswa antara lain: bosan dengan lingkungan kelas,kurangnya konsentrasi belajar dan yang lainnya. untuk dalam setiap kegiatan proses belajar mengajar, guru Pendidikan Agama Islam selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi siswa dengan cara memilih metode dan pendekatan belajar yang baik, sehingga siswa termotivasi untuk selalu rajin dan tekun belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru PAI dalam mengatasi kesulitan belajar siswa di SMPN 46 Pekanbaru. Metodologi penelitian adalah penelitian deskriptif kualitatif Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan guru PAI kepala sekolah dan siswa. Sedangkan analisis data, peneliti menggunakan model interaktif yang terdiri dari tiga komponen, yaitu: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/ verifikasi. Peranan guru Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi kesulitan belajar siswa terdapat sembilan peranan yakni, Sebagai komunikator dalam perannya mengatasi kesulitan belajar siswa dengan cara pendekatan personal, Sebagai organisator guru mampu mengorganisir kegiatan siswa. Sebagai motivator memberikan motivasi kepada siswa. Sebagai direktorirector mengarahkan dan membimbing siswa yang mengalami kesulitan belajar. Guru sebagai inisiator/ Pengembang Ide-ide dalam Belajar. Sebagai transmitter, Guru berperan sebagai fasilitator. Guru memilih dalam menggunakan metode dan media pembelajaran, dan Sebagai evaluator guru melakukan evaluasi pada tiap akhir pembelajaran atau semester guna mengukur keberhasilan yang telah dicapai.
No other version available