Art Original
Fenomena Anak Remaja Bertato (studi Kasus Kelurahan Pasar Usang, Kecamatan Kuantan Hilir)
Akhir-akhir ini seni tubuh seperti tato atau lukisan menjadi semakin populer. Tato dulunya diasosiasikan dengan budaya seremonial etnik tradisional, namun kini menjadi bagian dari budaya pop. Orang-orang dari berbagai usia, pekerjaan, kelas sosial ekonomi, dan latar belakang lainnya mulai menggunakan tato saat ini. Bahkan dengan kemajuan pesat, tato semakin popular dikalangan remaja, terutama mereka yang putus sekolah. Dalam penelitian ini permasalahan yang akan diulas mengenai bagaimana fenomena anak remaja bertato di Kelurahan Pasar Usang, Kecamatan Kuantan Hilir dengan menggunakan teori criminal fungtion dan menggunakan metode penelitian kualitatif dan data utama penelitian diperoleh melalui wawancara dengan lima remaja bertato, tiga masyarakat sekitar, Lurah, RT 003, ketua pemuda dan tokoh agama yang berada di Kelurahan Pasar Usang. Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa remaja-remaja yang memiliki tato di Kelurahan Pasar Usang rata-rata merupakan anak yang sudah putus sekolah dengan alasan bahwa tato memberikan mereka kepercayaan diri yang lebih dan keinginan memiliki tato tersebut juga terpengaruh lingkungan sekitar sehingga mereka ingin memiliki tato. Remaja bertato dipandang negatif sebab melakukan tindakan yang tidak baik, seperti melakukan pencurian, melakukan aktivitas sampai waktu dini hari yang menggangu masyarakat dan mabu-mabukan hingga menyebabkan perkelahian. Kata Kunci: Fenomena, Remaja, Tato
No other version available