Art Original
Analisis Metode Pembelajaran Akuntansi Di Daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar (3t) Sma Tri Tunggal Kecamatan Pulau Burung
Analisis Metode Pembelajaran Akuntansi Di Daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar (3t) Sma Tri Tunggal Kec Pulau Burung Fahrul Rozidin 196810259 ABSTRAKPendidikan merupakan suatu lembaga yang sengaja dijalankan untuk meneruskan pengetahuan, ketrampilan, dan keahlian dari generasi yang lebih tua dan akan diberikan kepada generasi selanjutnya. Pembelajaran, menurut Gagné (1977) dan Lundgren (1985), merupakan suatu proses kompleks yang melibatkan interaksi antara berbagai faktor eksternal dan internal. Gagné menekankan bahwa pembelajaran terdiri dari serangkaian peristiwa eksternal yang direncanakan, dengan fokus pada pengorganisasian dan penyajian informasi eksternal untuk mendukung proses belajar internal. Tahapan-tahapan seperti pemberian perhatian, pemberian informasi, dan pengujian pemahaman diidentifikasi sebagai bagian dari proses pembelajaran. Tujuan utama pembelajaran adalah membekali seseorang dengan kemampuan yang baru. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menghadapi tantangan serius dalam mengelola wilayah yang luas dan beragam secara geografis dan sosiokultural. Isu krusial yang memerlukan perhatian adalah permasalahan pendidikan di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), di mana sekolah-sekolah menghadapi kendala seperti kekurangan guru dengan kualifikasi sesuai bidang, kapasitas guru yang terbatas, ketidak sesuaian kualifikasi guru dengan mata pelajaran yang diajar, serta keterbatasan sarana dan prasarana pembelajaran. Faktor lain termasuk jarak sekolah yang jauh, akses terbatas, dan infrastruktur pendidikan yang minim. Sebagai bagian integral dari NKRI, diperlukan upaya serius dan khusus untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah 3T, memberikan anak-anak di sana kesempatan pembelajaran setara dengan rekan-rekan mereka di daerah lain. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dalam metode penelitian deskriptif. Metode deskriptif bertujuan untuk menggambarkan dan menjelaskan karakteristik suatu fenomena tanpa melakukan perbandingan atau korelasi antar variabel. Fokus utama adalah mengidentifikasi nilai dari satu atau lebih variabel bebas tanpa melibatkan analisis perbandingan atau hubungan dengan variabel lainnya. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mendalami pemahaman terhadap konteks, makna, dan dinamika di sekitar variabel tersebut melalui observasi, wawancara, atau analisis dokumen. Berdasarkan hasil observarsi yang telah dilakukan untuk melihat cara Bapak Agus Sutoyo mengajar didalam kelas maka terlihatlah Bapak Agus Sutoyo menggunakan Metode Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning)/ PBL. Karena metode yang diberikan menyerupai dengan apa yang telah dijelaskan dengan materi tersebut. Dengan metode itu bisa digunakan didaerah 3T karena tidak terlalu memperlukan alat atau media pembelajaran yang tidak tersedia disekolah tersebut. Apakah dengan mengunakan metode Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning)/ PBL itu sudah berhasil atau belum untuk diterapkan di sekolah tersebut. Jawabannya sudah karena jika dilihat dari hasil pembelajarannya nilai siswa disekolah tersebut cukup baik semua siswa disetiap kelas pasti mendatkan nilai diatas 75 Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dihasil saat pembagian lapor siswa
No other version available