Art Original
Analisis Usaha Ternak Dan Pemasaran Sapi Potong Di Desa Tandun Kecamatan Tandun Kabupaten Rokan Hulu
Analisis Usaha Ternak dan Pemasaran Sapi Potong di Desa Tandun Kecamatan Tandun Kabupaten Rokan Hulu, dibawah bimbingan Ibu Dr. Ir. Marliati, M. Si. Tingginya jumlah impor daging sapi disebabkan oeleh meningkatnya jumlah konsumsi daging sapi potong. Desa Tandun merupakan salah satu desa di Kecamatan Tandun Kabupaten Rokan Hulu yang memiliki potensi alami dalam budidaya ternak sapi potong. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi: 1) karakterisik peternakan dan profil usaha sapi potong, 2) usaha peternakan sapi potong, 3) Pemasaran sapi potong. Penelitian dilaksanakan di Desa Tandun Kecamatan Tandun Kabupaten Rokan Hulu dari Mei sampai dengan Oktober 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survey. Data dianalsisi secara deskriptif kualitatf, kuantitatif, dan analisis statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakerisik peternak dan pedagang memiliki umur produkif 41-45 tahun dan 25-34 tahun, dengan berjenis kelamin laki-laki dan jenjang pendidikan berada pada tingkat SMA, skala usaha peternakan merupakan skala kecil hanya 5 ekor/peternak. Pekerjaan utama peternak adalah karyawan PTPN V Tandun, sedagangkan pekerjan utama pedagang adalah sebagai pedagang. Rata-rata pengalaman usaha peternak tergolong rendah yaitu 5,5 tahun, sedangkan pedagang yaitu 8,75 tahun. Jumlah masing-masing tanggungan keluarga adalah 3 orang. Profil usaha meliputi varietas yang digunakan berjenis sapi Bali, dengan sumber modal merupakan modal sendiri dan tenaga kerja sebesar 88,64 HOK/Tahun. Jumlah biaya usaha ternak sapi potong senilai Rp 3.882.208/tahun, Pendapatan bersih peternak adalah Rp 7.594.192/tahun, kelayakan efesiensi usaha ternak adalah 3 sehingga usaha ternak layak untuk dikembangkan. Jumlah biaya pemasaran pada saluran I dan II adalah sama senilai Rp 6.463/kg, margin pemasaran saluran I Rp 15.000/Kg, saluran II Rp 10.000/Kg, keuntungan pemasaran Rp 8.537/Kg saluran I dan Rp 3.537/Kg saluran II, farmer’s share saluran I 88,5% dan saluran II 92% dengan efesiensi pemasaran saluran I 4,9% dan saluran II 5,2%
No other version available