Art Original
Kajian Potensi Pengembangan Wisata Religi Di Kota Pekanbaru
Pekanbaru adalah kota yang memiliki masyarakat majemuk, artinya kota ini dihuni oleh berbagai kelompok etnis, agama, dan budaya yang berbeda. Masyarakat majemuk seringkali terbentuk akibat migrasi penduduk dari berbagai daerah atau negara yang datang ke kota untuk berbagai alasan seperti pekerjaan, studi, atau mencari kehidupan yang lebih baik. Persentase agama yang ada di Kota Pekanbaru ialah dengan Islam 84,53%, Kristen 10,24%, Katholik 1,50%, Buddha 3,70%, Hindu 0,02%, Konghucu 0,01% (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pekanbaru, 2023). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi dan hambatan wisata religi pada destinasi wisata di Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif karena peneliti mengkaji permasalahan yang umum berdasarkan pengujian suatu teori yang terdiri dari variabel-variabel untuk menentukan potensi dan hambatan dalam pengembangan wisata religi Kota Pekanbaru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dalam menggambarkan pola sebaran tempat wisata religi, potensi wisata religi, dan hambatan dalam pengembangan wisata religi di Kota Pekanbaru. Berdasarkan analisis Continum Nearest Neighbour Analysis, nilai T yang didapatkan adalah sebesar 2,147027. Berdasarkan Continum Nearest Neighbour Analysis yang dikembangkan dalam Muta’ali (2015), maka maka nilai T berada lebih dari 1,4 (T > 1,4) dan hal ini dinyatakan bahwa pola sebaran lokasi tempat wisata religi di Kota Pekanbaru cenderung berpola seragam. Atraksi potensi wisata religi di Kota Pekanbaru adalah terdapat lokasi/spot foto yang menarik dengan persentase sebesar 90,20%, aksesibilitas potensi wisata religi di Kota Pekanbaru adalah adanya signal telekomunikasi yang baik dengan persentase sebesar 89,90%, bahwa amenitas potensi wisata religi di Kota Pekanbaru adalah kondisi toilet yang bersih dengan persentase sebesar 89,00%, dan ketersediaan fasilitas umum potensi wisata religi di Kota Pekanbaru adalah adanya kantor pengelola sebagai tempat informasi objek wisata religi dengan persentase sebesar 89,90%. Hambatan dalam pengembangan wisata religi di Kota Pekanbaru adalah kurangnya pemasaran atau promosi di sosial media maupun brosur mengenai wisata religi dengan persentase sebesar 90,40%.
No other version available