Art Original
arakteristik Hidrokimia Airtanah Dangkal Dan Pemetaan Intrusi Air Laut Di Kelurahan Teluk Belitung, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau
Kelurahan Teluk Belitung berada dipesisir Pulau Padang sangat bergantung pada keberadaan airtanah sebagai sumber air bersih yang dimanfaatkan dalam kehidupan sehari – hari. Namun, airtanah dangkal dipemukiman penduduk yang jaraknya relatif dekat dengan laut memiliki rasa payau hingga asin, memiliki bau yang tidak sedap dan menyebabkan karat pada peralatan makan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran dan aliran airtanah dangkal, memetakan kualitas airtanah dangkal, memetakan kelayakan kualitas airtanah dangkal, mengetahui tipe dan fasies airtanah dangkal serta memetakan tingkat intrusi air laut didaerah penelitian. Hasil pengukuran parameter fisika – kimia dibandingkan dengan Permenkes No.492/MENKES/PER/IV/2010 tentang standar kualitas air minum. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan warna airtanah di daerah penelitian jernih (11%), keruh (59%), kuning (6%), kuning kecoklatan (6%), coklat (6%) dan coklat kemerahan (6%). Rasa airtanah di daerah penelitian tidak berasa (17%), payau (66%) dan asin (17%). TDS airtanah di daerah penelitian berkisar antara 23,85 – 10.458 mg/L. DHL airtanah berkisar 36,45 – 16.970 ?S/cm. pH airtanah berkisar 6,86 – 7,45. Kesadahan airtanah berkisar 15,8 – 1.410 mg/L. Kadar Na+ airtanah berkisar 3,77 – 1.861 mg/L. Kadar K+ airtanah berkisar 0,506 – 93,5 mg/L. Kadar Ca2+ airtanah berkisar 5,2 – 85,6 mg/L. Kadar Mg2+ airtanah berkisar 0,669 – 287 mg/L. Kadar Clairtanah berkisar 10 – 3.372 mg/L. Kadar CO3 2- airtanah 0 mg/L. Kadar HCO3 - airtanah berkisar 0 – 817 mg/L. Kadar SO4 2- airtanah berkisar 2,45–245mg/L. Menurut Permenkes No.492/ MENKES/ PER/IV/2010, dari hasil pengukuran parameter fisika dan kimia dapat diketahui semua sampel airtanah tidak memenuhi standar persyaratan sehingga airtanah dikategorikan tidak layak untuk dikonsumsi. Analisis diagram stiff yang dilakukan didapatkan 3 tipe airtanah didaerah penelitian yaitu tipe Na-Cl (88%), tipe Ca-Cl2 (6%) dan tipe Mg-Cl2 (6%). Analisis diagram trilinier piper menunjukkan terdapat 3 kelompok fasies airtanah didaerah penelitian yaitu fasies Cl- + SO4 2- (29%), fasies Ca2+ (Mg2+) Cl- (SO4 2- ) (6%) dan fasies Na+ (K + ) Cl- (SO4 2- ) (65%). Analisis tingkat intrusi air laut menunjukkan 2 stasiun (12%) terdapat pengaruh air asin kecil, 9 stasiun (53%) terdapat pengaruh air asin sedang, 3 stasiun (17%) terdapat pengaruh air asin cukup besar, 2 stasiun (12%) terdapat pengaruh air asin besar dan 1 stasiun (6%) terdapat pengaruh air asin sangat besar.
No other version available