Art Original
Pelaksanaan Program Ketahanan Dan Kesejahteraan Keluarga Oleh Dinas Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana Kota Pekanbaru (studi Kecamatan Payung Sekaki)
Program Bina Keluarga Balita (BKB) adalah suatu program yang bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada ibu tentang bagaimana cara mendidik dan mengasuh anak balitanya. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan tersebut diharapkan para ibu mampu mendidik dan mengasuh anak balitanya sejak dini agar anak tersebut dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia Indonesia seutuhnya. Permasalahan balita khususnya adalah kasus gizi buruk. Satu diantara persoalan kesehatan gizi pada anak yang menjadi isu nasional bahkan internasional yang tengah dihadapi saat ini yaitu stunting. Namun masih ada beberapa permasalahan terkait dengan terlaksananya program kesejahteraan keluarga. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis dan menjelaskan pelaksanaan program ketahanan dan kesejahteraan keluarga oleh Dinas Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana Kota Pekanbaru (Studi Kecamatan Payung Sekaki) serta faktor penghambatnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, pengamatan dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini yaitu Kepala Bidang Pengendalian KB dan KS Dinas Pengendalian kependudukan dan keluarga Berencana Kota Pekanbaru, Ketua Umum Kampung KB Kenanga di Kelurahan Tampan kecamatan Payung Sekaki, Kader Program Bina Keluarga Balita dan Ibu balita di Kampung KB Kenanga di Kelurahan Tampan Kecamatan Payung Sekaki. Hasil penelitian dapat disimpulkan Pelaksanaan Program Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga oleh Dinas Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana Kota Pekanbaru (Studi Kecamatan Payung Sekaki) belum terlaksana sepenuhnya. Hal ini dapat dilihat dari kurang partisipatifnya masyarakat khususnya di Kecamatan Payung Sekaki. Adapun faktor-faktor penghambat Pelaksanaan Program Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga oleh Dinas Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana Kota Pekanbaru (Studi Kecamatan Payung Sekaki) ini sebagai berikut: Anggaran, karena adanya rasionalisasi anggaran dalam APBD, kualitas pelayanan posyandu yang tidak aktif dan partisipasi masyarakat, masih kurangnya peran aktif masyarakat khusunya ibu yang memiliki anak balita.
No other version available