Art Original
Uji Toleransi Empat Varietas Kedelai (Glycine Max L) Pada Tanah Yang Dicemari Air Limbah Penambangan Emas Tanpa Izin
Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, Laju Pertumbuhan Relatif (LPR), Laju Asimilasi Bersih (LAB) (gr/cm2/hari1), Volume akar (g), Jumlah bintil akar, Berat biji tanaman (g), Bobot 100 biji ( g) kandungan logam berat pada biji. Rancangan yang telah digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial terdiri dari 2 faktor, faktor pertama adalah: Konsentrasi air limbah penambangan emas dengan empat konsentrasi (K) , dan Varietas Kedelai terdiri dari empat varietas sehingga terdapat 20 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan maka ada 60 unit percobaan, setiap unit percobaan terdiri dari 6 polybag. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Konsentrasi air penambangan emas tanpa izin 100 %, dengan kandungan logam berat seperti Cd, Pb dan Hg dapat di toleransi secara baik oleh varietas kedelai Anjasmoro. Kemudian varietas kedelai yang mampu beradaptasi terhadap tanah yang dicemari Air limbah penambangan emas tanpa izin secara berurutan adalah varietas kedelai Anjasmoro,, Grobokan, Willis, dan Argomulyo. Dari hasil penelitian ini, dimana air limbah penambangan emas tanpa izin dapat digunakan untuk penyiraman tanaman lain selain kedelai, mengingat air limbah penambangan emas tanpa izin dengan pH 6,94 (mendekati pH netral) dan kandungan unsur N, P, dan K cukup tinggi.
No other version available