Art Original
Pengaruh Penggunaan Abu Cangkang Kerang Sebagai Bahan Pengganti Sebagian Semen Terhadap Kuat Tekan Batako Pada Jenis Pasir Yang Berbeda
Batako adalah komponen bangunan yang dibuat dari campuran semen portland atau pozzolan, pasir, air, dan atau bahan tambah lainnya (addictive), dicetak sedemikian rupa hingga memenuhi syarat dan dapat digunakan sebagai bahan bangunan untuk pasangan dinding. Penelitian ini menggunakan pasir cor dan pasir urug. Berdasarkan (Irawan,2014) abu cangkang kerang mengandung kapur, aluminium oksida, dan silika yang memungkinkannya dapat menjadi subtitusi sebagian semen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan abu cangkang kerang sebagai bahan alternatif pengganti sebagian semen terhadap kuat tekan dan perbandingan abu cangkang kerang pasir cor dan pasir urug. Peneitian ini dilakukan dengan metode uji kuat tekan berdasarkan SNI-03-0349-1989. Benda uji berbentuk kubus dengan dimensi 10,5 cm x 10,5 cm x 10,5 cm. Persentase variasi yang digunakan yaitu 5%, 10%, 15%, dan 20%. Pengujian menggunakan komposisi campuran semen dan pasir 1:5. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 28 hari. Hasil kuat tekan rata-rata batako pada pasir cor dan pasir urug berturut-turut persentase variasi 0% pasir cor dan pasir urug masing masing 175,731 kg/cm 2 dan 151,066 kg/cm 2 , pada persentase variasi 5% yaitu 217,351 kg/cm 2 dan 164,94 kg/cm 2 , pada persentase variasi 10% yaitu 300,229 kg/cm 2 dan 180,355 kg/cm 2 , pada persentase variasi 15% yaitu 249,772 kg/cm 2 dan 158,774 kg/cm 2 , dan pada persentase variasi 20% yaitu 154,15 kg/cm 2 dan 135,652 kg/cm 2 . Dan hasil perbandingan kuat tekan batako dengan menggunakan abu cangkang kerang sebagai pengganti sebagian semen terhadap pasir cor lebih tinggi dibandingkan dengan kuat tekan penggunaan pasir urug dengan persentase variasi 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% masing-masing dengan selisih secara berturut-turut adalah 16,33%, 31,78%, 66,39%, 57,31% dan 13,64%. Kesimpulannya ialah hasil pengujian kuat tekan diatas 10% mengalami penurunan dan selisih perbandingan terbesar terjadi pada persentase variasi 10% sebesar 66,39%.
No other version available