Art Original
Representasi Kekerasan Terhadap Perempuan Dalam Film Barbie (analisis Semiotika John Fiske)
ABSTRAK Representasi Kekerasan Terhadap Perempuan dalam Film Barbie (Analisis Semiotika John Fiske) Vika Yurizka Nurliasary NPM: 209110033 Film banyak mengandung informasi yang diselipkan oleh sang sutradara kepada para penontonnya, banyak pesan-pesan yang bisa kita ambil ketika kita menonton suatu film, karena ketika kita menonton film kita ikut merasakan emosi atau perasaan yang ada didalamnya. Bukan hanya berisi tentang informasi, film juga bisa mengubah pemikiran atau pengertian dari sudut pandang yang berbeda, dan membuat film memiliki banyak arti yang berbeda sesuai dengan sudut pandangnya. Dengan daya tarik dan kemampuan dalam menyampaikan cerita dan pesan, film menjadi salah satu media yang efektif dalam memperluas pengetahuan dan kesadaran kita tentang hal-hal yang terjadi disekitar kita. Seperti halnya Film Barbie, yang bercerita tentang Barbie yang sedang berpetualang untuk mencari jati dirinya yang sebenarnya. Dalam perjalanan mencari jati diri, Barbie banyak sekali menghadapi hal-hal yang tidak menyenangkan dan menjadikannya paham bahwa di dunia ini ditinggali oleh berbagai macam orang dan berbagai macam karakter pula. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui representasi kekerasan terhadap perempuan yang ada pada film Barbie. Metodologi yang digunakan adalah metodologi kualitatif dengan analisis semiotika John Fiske. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa film “Barbie” mengandung tindakan kekerasan terhadap perempuan, berupa kekerasan secara fisik seperti menyentuh tanpa izin dan memukul, kekerasan secara psikologis seperti terjadi dalam bentuk kata-kata yang kasar, teriakan, kemarahan, dan ancaman. Kesimpulan dari penelitian ini adalah representasi kekerasan terhadap perempuan yang terdiri dari kekerasan fisik dan juga psikologis tergambarkan pada film Barbie
No other version available