Art Original
Analisis Usaha Agroindustri Minyak Serai Wangi Di Kelurahan Tanjung Rhu Kecamatan Limapuluh Kota Pekanbaru (studi Kasus Pada Usaha Rumah Tangga Mesra Oil)
Analisis Usaha Agroindustri Minyak Serai Wangi di Kelurahan Tanjung Rhu Kecamatan Limapuluh Kota Pekanbaru (Studi Kasus pada Usaha Rumah Tangga Mesra Oil). Di Bawah Bimbingan Ibu Sisca Vaulina, SP, MP. Minyak serai wangi merupakan minyak olahan dari tanaman serai wangi yang memiliki potensi komersial dan keuntungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) karakteristik pengusaha dan karyawan serta profil usaha agroindustri minyak serai wangi Mesra Oil, 2). Pengadaan input produksi, penggunaan input produksi, teknologi produksi, biaya, produksi, pendapatan, efisiensi, BEP dan nilai tambah agroindustri minyak serai wangi Mesra Oil dan 3). Pemasaran minyak serai wangi Mesra Oil. Metode penelitian adalah metode study kasus di Kelurahan Tanjung Rhu Kecamatan Limapuluh Kota Pekanbaru. Penelitian ini dilaksanakan selama 6 bulan dari Januari hingga Juni 2022. Pengusaha dan dua karyawan berpartisipasi dalam penelitian ini. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari data primer dan sekuner. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif, analisis nilai tambah dengan metode Hayami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden pada agroindustri minyak serai wangi Mesra Oil berada pada usia produktif, dengan pendidikan 11 tahun, sebagian besar memiliki pengalaman dan jumlah tanggungan yang relatif sedikit. Usaha minyak serai wangi Mesra Oil sudah berjalan selama 3 tahun, merupakan industri rumahan, modal usaha pribadi Rp. 16.610.000 dan mempekerjakan 2 orang. Proses produksi minyak serai Mesra Oil meliputi penimbangan, penyulingan, pendinginan, pemisahan, dan pengemasan. Jumlah bahan baku 40 kg/proses produksi, dan penggunaan bahan penunjang dalam satu kali proses produksi adalah 37,50 liter air, 8 Kg kayu bakar dan 0,25 liter minyak solar. Biaya tetap Rp. 48.873,84/proses produksi dan biaya variabel Rp. 114.083,33/proses produksi. Total produksi 36 liter/proses produksi. Pendapatan kotor Rp. 360.000,00/proses produksi dan laba bersih Rp. 197.042,83/proses produksi. BEP harga Rp. 4.526,59 dan BEP unit 16,30. Efisiensi agroindustri minyak serai wangi Mesra Oil adalah Rp. 2,21/proses produksi. RCR > 1. Nilai tambah yang diperoleh dari usaha agroindustri minyak serai wangi Mesra Oil sebesar Rp.4.316,67/Kg per proses produksi dengan rasio niali tambah 47,96%. Margin yang dihasilkan adalah Rp. 8.500 dengan rasio pendapatan tenaga kerja 8,47%, sumbangan input lain 49,22% dan laba perusahaan adalah 42,31% dalam satu proses produki. Lembaga pemasaran minyak serai wangi Mesra Oil melibatkan perantara yaitu pedagang pengumpul. Saluran pemasaran ada 2. Fungsi pemasaran minyak serai wangi Mesra Oil pada pengusaha dari penjualan, pengolahan, penangung resiko, penyimpanan dan penyediaan informasi pasar. Biaya pemasaran untuk saluran I dan II adalah Rp. 5.500,00/liter dan Rp 2.500,00/liter. Biaya pemasaran sudah termasuk biaya pengemasan dan transportasi. Margin pemasaran saluran I dan II adalah Rp.7.000,00/liter dan Rp.2.500,00/liter. Profit margin sebesar Rp.1.500,00/liter untuk saluran I. Efisiensi pemasaran untuk saluran I dan II adalah 0,55 (55%) dan 0,25 (25%).
No other version available