Art Original
Pengaruh Jenis Kampuh Pada Post Weld Heat Treatment Terhadap Sifat Mekanis Baja St-42
Baja ST-42 adalah jenis baja karbon rendah dengan kandungan karbon dibawah 0,25%, Aplikasi dari baja ST-42 antara lain sebagai baja konstruksi pada rangka bangunan jembatan, menara dan lain-lain. Salah satu penyebab las retak atau patah adalah penggunaan logam pengisi yang tidak sesuai dengan beban selama proses pengelasan. Hal ini disebabkan tekanan internal yang diciptakan oleh panas dari proses pengelasan. Tegangan sisa mengeraskan material dan mengurangi kekuatannya. Untuk mengembalikan keuletan logam cair, maka post weld heat treatment (PWHT) perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi kampuh pengelasan SMAW pada PWHT terhadap kekuatan tarik dan ketangguhan pada baja ST-42. Hasil uji tarik dan ketangguhan variasi kampuh pada PWHT pengelasan menggunakan SMAW menunjukkan hasil pengujian tarik spesimen pada baja ST-42 dengan bentuk kampuh K sudut 45 0 memiliki Tensile strength (Mpa) 433,8 Mpa dan elongasi 13,8% pada kampuh X sudut 60 0 Tensile strength (Mpa) 398,7 Mpa dan elongasi 6,1% dan pada kampuh V sudut 60 0 Tensile strength (Mpa) 292,0 Mpa, dan elongasi 4,2%, Hasil uji ketangguhan pada kampuh K sudut 45 0 dengan nilai 0,8 Joule/mm 2 , Kampuh X sudut 60 0 dengan nilai 1,33 Joule/mm 2 dan pada kampuh V sudut 60 0 yaitu 1,4 Joule/mm 2 . Dari variasi kampuh V dan X memiliki nilai kekuatan tarik lebih kecil dibandingkan dengan kampuh K sebesar 433,8 Mpa dikarenakan memiliki sudut distorsi lebih kecil. Adapun pada uji ketangguhan kampuh K dan X lebih rendah dibanding kampuh V sebesar 1,4 Joule/mm 2 dikarenakan kampuh K dan X mengalami dua kali sisi pengelasan.
No other version available