Art Original
Pemetaan Dan Identifikasi Kualitas Airtanah Dangkal Di Desa Kempas Jaya, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir,provinsi Riau
Desa Kempas Jaya merupakan salah satu desa yang terdapat di kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Daerah ini merupakan daerah yang padat penduduk sehingga sangat dibutuhkan sumber air bersih untuk kehidupan sehari – hari. Masalah rendahnya kualitas airtanah yang menyebabkan airtanah bewarna kuning hingga kecoklatan, diperkirakan karena adanya tanah yang berasal dari tanah gambut pada daerah penelitian. Selain itu, belum terdapat penelitian terdahulu yang membahas permasalahan airtanah pada daerah penelitian sehingga masih minim pengetahuan masyarakat sekitar tentang permasalahan airtanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran dan arah aliran muka airtanah, pemetaan penyebaran kualitas airtanah menggunakan parameter fisika dan kimia, kelayakan kualitas airtanah menggunakan parameter fisika dan kimia, dan kondisi geologi bawah permukaan di daerah penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengambilan sampel dilapangan dan analisis laboratorium. Pengambilan sampel airtanah dilakukan pada 15 stasiun airtanah dengan 3 data pembanding berupa air sungai, air parit, dan air sumur bor. Pengambilan data bawah permukaan dilakukan menggunakan handauger. Berdasarkan hasil analisis parameter fisika didapatkan airtanah berwarna keruh (20%), berwarna kuning (27%), berwarna coklat (13%), dan bewarna coklat kemerahan (40%); semua airtanah (100%) tidak berasa; airtanah yang berbau (13%) dan (87%) airtanah tidak berbau; ( 13 %) airtanah memiliki nilai TDS > 500 mg/l dan (87%) airtanah memiliki nilai TDS ? 500 mg/l; serta (13%) airtanah memiliki nilai DHL > 700 ?S/cm dan (87%) airtanah memiliki nilai DHL ? 700 ?S/cm. Hasil analisis parameter kimia menunjukkan bahwa nilai pH (100%) berkisar 5,68 – 5,97 ; (13%) airtanah memiliki nilai Fe ? 0,3 mg/l, sedangkan (87%) airtanah memiliki nilai Fe > 0,3 mg/l ; dan (100%) airtanah memiliki nilai COD > 10 mg/l. Hasil analisis bawah permukaan menunjukkan bahwa semakin besar ketebalan gambut, maka kualitas warna airtanah semakin buruk. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan No.492/MENKES/PER/IV/ 2010 dan Peraturan Pemerintah No 82 Tahun 2001 dari semua hasil parameter fisika dan kimia dapat diketahui semua sampel airtanah (100%) tidak memenuhi standar persyaratan sehingga airtanah dikategorikan tidak layak diminum.
No other version available