Art Original
Nilai Pendidikan Moral Dalam Novel Harga Sebuah Percaya Karya Tere Liye
Nilai pendidikan moral ialah nilai yang berkaitan dengan pribadi manusia yang bertanggung jawab. Nilai pendidikan moral bertujuan untuk menghargai dan menghormati manusia sebagai manusia serta memperlakukan manusia sebagai manusia merupakan kewajiban manusiawi setiap manusia Darmadi (2012: 51). Masalah dalam penelitian ini: 1) Bagaimanakah nilai pendidika moral dan kaitannya dengan ranah pendidikan Taksonomi Bloom pada aspek tanggung jawab, hati nurani, dan kewajiban yang terdapat dalam novel Harga Sebuah Percaya karya Tere Liye. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Bertens (2001), Kusniati (2012), Moleong (2018). Metode yang penulis gunakan adalah metode deskriptif dengan menggunakan teknik analisis isi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik hermeneutik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai pendidikan moral dalam novel Harga Sebuah Percaya karya Tere Liye yang berkaitan dengan aspek tanggung jawab terdapat 15 data, contoh; “Dia sebagaimana kelasi rendahan lainnya yang akan bertugas menyiapkan makanan, membersihkan kapal, dan mencuci pakaian, mendapatkan jatah di kamar tersempit”. Aspek hati nurani terdapat 30 data, contoh; “Kau pandai sekali memainkannya. Bisakah mengajariku?” Gadis itu menatap dengan bola mata berbinar-binar, persis seperti anak-anak yang berharap janji untuk bermain-main”. Aspek kewajiban terdapat 7 data, contoh; “Anak-anak perempuan harus menururi perjodohan. Pernikahan itu dilakukan demi mengencangkan kembali kekerabatan antarkeluarga”. Jika nilai pendidikan moral dikaitkan dengan ranah pendidikan menurut Taksonomi Bloom terdapat ranah kognitif sebanyak 32 data contoh; “Anggukan yang terlalu berani dari seorang pemuda yatim piatu, miskin papa, dibesarkan oleh kasih sayang para dermawan, tak berpendidikan, dan terlalu lemah untuk berani mengambil keputusan dalam hidup”. Afektif sebanyak 15 data, contoh: “Dia sebagaimana kelasi rendahan lainnya yang akan bertugas menyiapkan makanan, membersihkan kapal, dan mencuci pakaian, mendapatkan jatah di kamar tersempit”. Psikomotorik sebanyak 5 data contoh: “Jim menelan ludah. Lantas mulai menceritakan masa lalunya yang miskin, tidak berpendidikan, lemah dan pengecut di kota terindah tersebut. Menceritakan pekerjaanya sebagai pemain biola. Pernikahan-pernikahan yang dihadirinya”.
No other version available