Art Original
Hubungan Penerimaan Diri Dengan Resiliensi Pada Recovering Addict Yang Sudah Menjalani Rehabilitasi
Mantan pecandu narkoba tidak hanya menghadapi masalah kecanduan tetapi juga menghadapi masalah intrapersonal dan interpersonal. Kemampuan untuk bertahan dalam situasi yang sulit ini disebut resiliensi. Salah satu faktor yang mempengaruhi resiliensi adalah penerimaan diri. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penerimaan diri dengan resiliensi pada recovering addict yang sudah menjalani rehabilitasi. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala yang diadaptasi dari Hidayat, dkk (2024), skala resiliensi berdasarkan teori Oshio, Taku, Hirano dan Saeed (2018) yang terdiri dari 21 aitem, penerimaan diri menggunakan skala Berger’s self-acceptance scale terdiri dari 36 aitem. Populasi pada penelitian ini adalah mantan pengguna narkoba yang telah direhabilitasi di Riau dengan jumlah 993 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 110 orang yang didapatkan melalui metode non probability sampling yaitu purposive sampling. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Spearman Rho. Hasil analisis statistik menunjukkan yaitu terdapat hubungan yang positif antara penerimaan diri dan resiliensi pada recovering addict yang sudah menjalani rehabilitasi
No other version available