Art Original
Tindak Tutur Direktif Guru Dengan Siswa Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Kelas X Sman 1 Kandis Tahun Ajaran 2021/2022
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis dan fungsi tindak tutur yang dilakukan pada proses pembelajaran bahasa Indonesia di SMAN 1 KANDIS kelas X. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah teknik SBLC (Simak Bebas Libat Cakap) dan teknik rekam. Analisis data menggunakan teknik padan pragmatik. Penentuan jenis dan fungsi tindak tutur direktif dalam interaksi belajar mengajar mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia didasarkan pada indikator jenis dan fungsi tindak tutur yang diturunkan dari teori Austin (melalui Chaer, 2004: 53). Populasi dalam penelitian ini adalah tuturan siswa kelas X dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui jenis dan fungsi tindak tutur yang terdapat dalam proses pembelajaran di SMAN 1 KANDIS kelas X. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi, yakni bentuk tindak tutur lokusi yang berjumlah 15 tuturan, berikutnya adalah tindak tutur ilokusi yang berjumlah 21 tuturan, dan terakhir adalah tindak tutur perlokusi yang berjumlah 4 tuturan. Kesimpulan dalam penelitian ini ditemukan tuturan yang mengandung tindak tutur dengan jumlah 40 tuturan dengan jenis tindak tutur di antaranya sebagai berikut: memesan, memerintah, memohon, memberitahukan, membanggakan, mengeluh, menuntut, melaporkan, mempersilakan, menjanjikan, bersumpah, menawarkan, berdoa, berterimakasih, memuji, memesan, meminta, menyarankan, menasihati, menyatakan, mengeluh, menuntut, melarang, menyindir, memahami, menyampaikan, melaporkan, menanyakan, memerintah, menyebutkan, dan menyuruh.
No other version available