Art Original
Metode Analytical Hierarchy Process (ahp) Untuk Menentukan Strategi Pengembangan Kawasan Suaka Margasatwa Balai Raja
Kemajuan perekonomian dan peningkatan jumlah penduduk berdampak pada perubahan fungsi lahan, salah satunya perubahan fungsi kawasan hutan konservasi yang seharusnya menjadi kawasan lindung berubah menjadi kawasan budidaya. Salah satu hutan konservasi yang mengalami perubahan fungsi lahan (keterlanjuran) adalah Suaka Margasatwa (SM) Balai Raja, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. SM Balai Raja merupakan habitat Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus) yang populasinya semakin menurun akibat penduduk yang memasuki wilayah SM Balai Raja. Pada tahun 2018 hanya tersisa ±150 hektar hutan (Hutan Talang) dengan kondisi baik dan terjaga dari 15.343,95 hektar luas lahan keseluruhan SM Balai Raja (Blok Pengelolaan Suaka Margasatwa Balai Raja Provinsi Riau, 2018). Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan Kawasan Suaka Margasatwa Balai Raja dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif, dimana prosedur yang dimulai dari pembentukan dasar-dasar teori dalam menentukan prioritas pengembangan kawasan suaka margasatwa, kemudian menetukan variable-variabel yang perlu diteliti dan ketentuan yang mendukung lainnya, serta kemudian mengajukan pertanyaan dalam bentuk kuesioner AHP yang diberikan kepada para stakeholder yang dianggap expert. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatifkualitatif, dimana metode deskriptif digunakan untuk pemilihan strategi pengembangan Kawasan Suaka Margasatwa Balai Raja. Data yang dikumpulkan menggunakan teknik studi literatur atau studi pustaka, kuesioner dan wawancara. Adapun jumlah responden dalam penelitian ini yaitu dua orang. Metode analisis yang digunakan adalah metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mengetahui persepsi stakeholders mengenai strategi yang menjadi prioritas pengembangan Kawasan Suaka Margasatwa Balai Raja. Berdasarkan penelitian diperoleh hasil bahwa blok pengelolaan Suaka Margasatwa Balai Raja terdiri dari Blok Perlindungan, Blok Rehabilitasi dan Blok Khusus. Untuk prioritas pengembangan Kawasan Suaka Margasatwa Balai Raja dengan Analytical Hierarchy Process (AHP) maka prioritas utama adalah Blok Khusus dengan alternatif yaitu melakukan Sosialisasi. Maka strategi pengembangan Kawasan Suaka Margasatwa Balai Raja yang menjadi prioritas utama, yaitu Blok Khusus dengan melakukan: Kemitraan Konservasi, Perubahan Zonasi/Blok, Kerjasama Penguatan Fungsi/Kerjasama Strategis Nasional, Resettlement dan Penegakan Hukum.
No other version available