Art Original
Studi Pengaruh Penggunaan Campuran Abu Fiber Kelapa Sawit Dan Semen Untuk Stabilisasi Tanah Lempung
Tanah lempung merupakan salah satu tanah dasar yang dianggap buruk untuk pekerjaan konstruksi. Tanah lempung sangat rentan terhadap perubahan kadar air dan sering mengalami ketidakstabilan dalam mendukung beban diatasnya dan memiliki potensi pengembangan (Swelling) yang besar. Oleh karena itu, dilakukan Upaya perbaikan tanah lempung menggunakan metode stabilisasi tanah menggunakan campuran abu fiber kelapa sawit dan semen. Campuran abu fiber kelapa sawit yang digunakan yaitu variasi 10%,15%, dan 20% dan semen 7,5% terhadap berat kering tanah asli. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan campuran abu fiber kelapa sawit dan semen sebagai bahan campuran stabilisasi tanah lempung terhadap nilai CBR dan potensi pengembangannya. Penelitian dilakukan pengujian terhadap sifat fisik tanah asli tersebut dan juga terhadap sifat mekanis tanah asli tersebut beserta tanah yang sudah tercampur dengan abu fiber kelapa sawit dan semen. Pengujian CBR dilakukan dengan 2 proses pengawetan benda uji, yaitu CBR tanpa rendam (Unsoaked) pemeraman 0 hari dan 7 hari dan CBR rendaman (Soaked) selama 4 hari. Dari hasil penelitian yang dilakukan didapatkan nilai MDD sebesar 1,468 gr dan OMC sebesar 22%. Nilai CBR tanpa rendaman tanah asli mengalami peningkatan dari 4,61% menjadi 5,45% pada 7 hari pemeraman. Nilai CBR tertinggi diperoleh pada campuran abu fiber kelapa sawit 10% dan semen 7,5% sebesar 20,30% pada pemeraman 0 hari. Nilai CBR tertinggi diperoleh pada campuran abu fiber kelapa sawit 10% dan semen 7,5% sebesar 57,34% pada pemeraman 7 hari. Nilai CBR rendaman cenderung meningkat dari 2,21% menjadi 31,02% pada variasi campuran abu fiber kelapa sawit 20% dan semen 7,5%. Nilai potensi pengembangan (swelling) cenderung mengalami penurunan dari 0,312% menjadi 0,062%.
No other version available