Art Original
Upaya Pelestarian Kesenian Minangkabau (silek Galombang) Di Sanggar Sabai Nan Aluih Kota Pekanbaru Provinsi Riau
mengetahui Upaya Pelestarian Kesenian Minangkabau (Silek Galombang) Di Sanggar Sabai Nan Aluih Kota Pekanbaru Provinsi Riau. Teori yang penulis gunakan yaitu teori upaya pelestarian oleh Sedyawati (2008:152) yang menyatakan bahwa pelestarian dilihat sebagai suesuatu yang terdiri dari tiga aspek, yaitu upaya perlindungan, upaya pengembangan, dan upaya pemanfaatan. Upaya perlindungan memuat tentang upaya dalam menjaga hasil budaya agar tidak rusak atau hilang. Upaya pengembangan memuat tentang upaya penolahan atau peningkatan mutu kesenian. Upaya pemanfaatan memuat tentang penggunaan hasil karya kesenian sesuai dengan kebutuhan. Metode yang digunakan yaitu deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwasanya hingga saat ini kesenian silek galombang masih tetap dilestarikan. Upaya perlestarian yang tergambar meliputi: upaya perlindungan yaitu dengan adanya latihan serta pendokumentasian yang dilakukan Sanggar Sabai Nan Aluih. Upaya pengembangan dilihat dari kelengakapan penunjang penampilan seperti kostum dan alat musik. Upaya pemanfaatan dilihat dari adanyan penampilan kesenian silek galombang pada acara-acara seperti peringatan organisasi dan acara pernikahan.
No other version available