Art Original
Pengaruh Penambahan Cangkang Kemiri Untuk Substitusi Sebagian Agregat Kasar Dengan Bahan Tambah Superplasticizer Terhadap Kuat Tekan Beton
Beton adalah campuran antara semen, agregat halus, agregat kasar yang dipersatukan dengan air dengan atau tanpa bahan tambahan yang membentuk massa padat. Beton semakin lama semakin meningkat penggunaannya, maka kebutuhan agregat dalam pembuatan beton sangat tinggi, sehingga dapat menyebabkan pengurangan jumlah sumber alam yang tersedia untuk keperluan struktur beton, Alternatif untuk campuran beton perlu dilakukan salah satunya dengan menggunakan hasil pertanian yang sudah tidak dimanfaatkan lagi, yaitu berupa limbah cangkang kemiri (Sitorus et al., 2023).Cangkang kemiri juga dapat dimanfaatkan secara memaksimalkan menjadi bahan pengganti sebagian agregat kasar, hal ini diharapkan dapat berpotensi mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Dikarenakan juga komposisi cangkang kemiri yaitu CaO, SiO2, AI2O, MgO, H2O, Fe2O3, saat semua bereaksi, akan ada sisa SIO2, yang belum bereaksi akan membentuk reaksi silica turunan dengan gel CSH-2, menghasilkan gel CHS-3 yang lebih padat sehingga akan meningkatkan pasta semen dan agregat, namun terdapat kekurangan pada penyerapan air lebih tinggi untuk itu memerlukan bahan tambah superplasticizer (Sutanto et al., 2021). Superplasticizer tipe water reducing merupakan bahan tambah yang dapat mengurangi penggunaaan air mencapai 20% dan dapat meningkatkan 40% kuat tekan beton, bahan tambah ini dapat meningkatkan nilai slump beton hingga 8 inch atau lebih takaran yang disarankan yaitu 1%-2% dari berat semen yang digunakan (Hernomo & Firdaus, 2019). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nilai slump dengan penggunaan campuran cangkang kemiri dengan bahan tambah superplasticizer dan nilai kuat tekan beton dengan menggunakan cangkang kemiri untuk substitusi sebagian agregat kasar dengan variasi campuran 0%, 2%, 4% dan 6% dari berat agregat kasar dengan bahan tambah superplascitizer 1% dari berat semen. Metode penelitian ini dilaksanakan berdasarkan standarisasi dari SNI 7656-2012 dengan mutu K-250. Benda uji berupa beton silinder berukuran 15 x 30 cm dengan variasi cangkang kemiri 0%, 2%, 4% dan 6% dari berat agregat kasar dengan bahan tambah superplascitizer 1% dari berat semen dengan total 24 sampel. Hasil penelitian menunjukkan mengenai variasi beton cangkang kemiri 0%, 2%, 4% dan 6% sebagai pengganti sebagian agregat kasar dengan kuat tekan beton yaitu 21,7 MPa, 29,7 MPa, 25,1 MPa dan 22,7 MPa. Sedangkan bahan tambah beton superplasticizer 1% yaitu 40,7 MPa salah satu kuat tekan tertinggi dibandingkan beton yang lainnya dan bahan campuran superplasticizer 1% + cangkang kemiri 2%,4%,6% dengan kuat tekan beton yaitu 30,3 MPa, 30 MPa, 25,6 Mpa. Dari hasil penelitian yang didapat untuk peneliti selanjutnya dapat melakukan variasi campuran cangkang kemiri dengan variasi yang berbeda sehingga dapat kuat tekan beton yang berguna dan bisa menambahkan zat admixture untuk cangkang kemiri. Semakin banyak penggunaan cangkang kemiri maka nilai kuat tekan mengalami penurunan karena cangkang kemiri yang digunakan pada penelitian ini hasil limbah organik. Akan tetapi, nilai kuat tekan yang didapatkan pada penggunaan cangkang kemiri memenuhi mutu yang direncanakan. Dari penelitian ini didapatkan kesimpulan, semakin banyak pengunaan cangkang kemiri dan campuran superplasticizer belum dapat menuunjukkan peningkatan yang signifikan pada nilai kuat tekan beton.
No other version available