Art Original
Analisis Tari Kreasi Nak Petang Di Sanggar Ncik Gemilau Pekanbaru Riau
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang tari kreasi Nak Petang di sanggar Ncik Gemilau Pekanbaru Riau. Tari Nak Petang mengungkapkan tentang muda-muda zaman dahulu yang mana ketika waktu senja menjelma maka anak-anak wajib ada di rumah. Senja hari tidak boleh keluyuran di luar rumah lagi. Banyak hal yang harus dilakukan anak-anak seperti sholat maghrib dan mengaji. Tari Nak Petang ini diangkat dengan sajian Islami oleh sang koreografer. Dalam tari Nak Petang penulis mencoba menganalisis dari segi gerak tari, tema, desain lantai, desain atas, musik, dinamika, tata rias, tata busana, properti, lighting dan panggung. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kesimpulan dari tari kreasi Nak Petang di sanggar Ncik Gemilau Pekanbaru Riau adalah Tari ini menggunakan gerak dasar yang diangkat dari bentuk gerak silat Melayu, gerak Zapin dan gerak lenggang. Pola lantai yang digunakan adalah vertikal, horizontal, diagonal, setengah lingkaran dan lingkaran penuh. Dinamika pada tari kreasi Nak Petang ada pada tiap-tiap bagian/tiap-tiap pola lantai yakni terdapat pada bagian awal, tengah dan bagian akhir. Dinamika yang digunakan adalah level, tempo dan tenaga yang sudah dikembangkan berdasarkan ilmu komposisi. Properti yang digunakan yaitu kain panjang dan kain pendek atau biasa disebut dengan selendang yang berwarna hitam dan putih. Tari kreasi Nak Petang menggunakan kostum Melayu harian yaitu penari perempuan menggunakan Kebaya Laboh dan penari laki-laki menggunakan baju Cekak Musang. Pada tari Nak Petang menggunakan tata rias cantik untuk penari perempuan dan tata rias gagah untuk penari laki-laki. Tari kreasi Nak Petang menggunakan tata cahaya berwarna kuning dan putih. Sedangkan panggung yang digunakan adalah panggung proscenium.
No other version available