Art Original
Pemanfaatan Potensi Air Hujan Sebagai Alternatif Penyediaan Air Sanitasi Di Rumah Sakit Umum Puri Husada Tembilahan
Peningkatan status Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan dari rumah sakit tipe D menjadi Rumah Sakit tipe C, atas Keputusan Menteri Kesehatan No 193/MENKES/SK/II/1993, tanggal 23 Februari 1993, peningkatan status tersebut berpengaruh terhadap kebutuhan air bersih sanitasi. Hal ini berdampak kepada kuantitas dan kontinuitas air bersih gedung –gedung di lingkungan rumah sakit. Sementara ketersediaan air bersih rumah sakit saat ini yang bersumber dari perusahaan daerah air minum (PDAM) dan sumur bor dalam kapasitas dan fasilitasnya sangat terbatas. Keterbatas air bersih ini perlu dicarikan solusinya dengan memanfaatkan potensi hujan melalui metode panen air hujan. Panen air hujan merupakan salah satu upaya konservasi air, sehingga dapat menutupi kekurangan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui debit limpasan air hujan yang digunakan untuk keperluan air bersih sanitasi (cuci, mandi dan toilet) dan menentukan kapasitas Reservoir penampungannya. Metode perhitungan distribusi frekuensi curah hujan menggunakan metode log Person-type III dan untuk mendapatkan Q Limpasan digunakan persamaan rasional formula, didapat debit limpasan untuk pada periode ulang 2 tahun sebesar 0,004438 m3/detik dan periode ulang 5 tahun sebesar 0,005018 m3/detik sedangkan kebutuhan rata-rata air bersih sebesar 0,002957 m3/detik. Sehingga jumlah air hujan yang dapat ditampung sebesar 63,821 m3 atau 63,821 liter, direncanakan Ground Reservoir 1 unit kapasitas 84 m3 dengan ukuran 7 x 3 x 4 meter.
No other version available