Art Original
Hubungan Antara Psychological Well-being Dengan Celebrity Worship Pada Penggemar K-pop Dewasa Awal Yang Menggunakan Twitter
Daya tarik industri hiburan dari Korea Selatan telah menghasilkan banyak penggemar di seluruh dunia tak terkecuali Indonesia. Sosial media yang paling banyak digunakan oleh penggemar K-Pop adalah twitter. Penggemar K-Pop tidak memandang usia, banyak usia dewasa yang masih melakukan pengidolaan terhadap idol Korea. Menjadi penggemar dapat menyebabkan adanya obsesi ketertarikan mendalam pada idola tersebut yang menimbulkan adanya celebrity worship. Salah satu penyebab munculnya celebrity worship adalah karena rendahnya psychological well-being yang ditandai dengan pemujaan berlebihan terhadap idola. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara psychological well-being dengan celebrity worship pada penggemar K-Pop dewasa awal yang menggunakan twitter. Subjek penelitian berjumlah 289 orang dewasa awal yang berusia 18-25 tahun yang menggunakan twitter. Pendekatan pengambilan sampel yang digunakan adalah non probability sampling serta teknik yang digunakan adalah sampling insidental. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan skala jenis skala likert. Skala yang digunakan yaitu Celebrity Attitude Scale (CAS) yang telah disusun oleh Maltby dkk (2006) dan diadaptasi oleh Khabibah (2022) yang berjumlah 33 aitem untuk mengukur celebrity worship, serta skala Psychological Well-being yang dikembangkan oleh Aini (2019) berdasarkan aspek yang dikemukakan oleh Ryff (2008) dengan jumlah 22 aitem untuk mengukur psychological well-being. Analisis data yang digunakan yaitu korelasi pearson product dengan hasil nilai koefisien korelasi r sebesar 0,083 dengan signifikansi 0,161 (p>0,05). Dapat disimpulkan bahwa tidak adanya hubungan yang signifikan antara psychological well-being dengan celebrity worship pada penggemar K-Pop dewasa awal yang menggunakan twitter
No other version available