Art Original
Pemanfaatan Limbah Keramik Sebagai Pengganti Sebagian Agregat Kasar Terhadap Kuat Tekan Beton
Industri konstruksi di Indonesia berkembang cukup pesat sehingga kebutuhan akan material bangunan semakin banyak sehingga akan berdampak pada persediaan sumber daya alam di Indonesia di masa yang akan datang. Salah satu contohnya adalah limbah keramik, karena ketersediaan bahan baku pembuatan keramik sangat melimpah maka industri ini tidak akan pernah mati, malah justru akan semakin berkembang dikarenakan banyak industri yang menghasilkan bentuk yang unik dan kreatif. Dalam pelaksanaan pekerjaan pemasangan keramik ini, cenderung mempunyai material sisa ( bekas potongan keramik ) yang tidak dapat digunakan lagi. Bila jumlah material sisanya ini banyak, maka akan menimbulkan limbah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kuat tekan beton pada limbah keramik pengganti agregat kasar pada umur 28 hari. Metode penelitian yang diterapkan yaitu metode exsperimen dengan menggunakan penelitian di laboratorium yang mengacu pada SNI-03-2834-2002 menggunakan benda uji silinder 30 cm x 15 cm berjumlah 4 benda uji tiap penambahan limbah keramik 0%, 25%, 50%, 75%, dari sebagian agregat kasar. Berdasarkan penelitian ini hasil dari penggujian kuat tekan beton pada campuran limah keramik presentase 25% nilai rata-rata kuat tekan beton yaitu 31,24 MPa, sedangkan pada persentase 50% nilai rata-rata kuat tekan beton yaitu 29,51 MPa, dan pada persentase 75% nilai rata-rata kuat tekan beton yaitu 25,17 MPa. Jadi pada perentase 25% dan 50%, dan 75% nilai kuat tekan mengalami penurunan kuat tekan. Tetapi dari komposisi 25%, 50%, dan 75% Nilai kuat tekan mencapai nilai kuat tekan rencana beton yaitu 20 MPa. Semakin besar penambahan limbah keramik semakin turun nilai kuat tekan beton.
No other version available